Kabupaten Ciamis,- Www.tabloidfbi.com,- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis terus berkomitmen dalam upaya menanggulangi tuberkulosis (TB) dengan menerapkan berbagai strategi efektif. Langkah ini dilakukan guna mencapai target nasional eliminasi TB pada tahun 2030. Melalui pendekatan yang berbasis pencegahan, deteksi dini, pengobatan yang tepat, serta dukungan sosial, Dinkes Ciamis berupaya menekan angka penyebaran penyakit ini. Selasa 18/3/2025
Kepala Dinas Kesehatan Ciamis, dr. Yoyo, menekankan bahwa penanganan TB harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek preventif hingga kuratif. Salah satu fokus utama adalah peningkatan deteksi dini dan pengobatan yang cepat guna menurunkan angka kasus serta kematian akibat TB.
“Kebijakan dan strategi yang diterapkan di Kabupaten Ciamis juga selaras dengan regulasi nasional, termasuk Peraturan Presiden No. 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis. Selain itu, peraturan daerah juga telah disusun untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan lebih efektif di tingkat lokal,” ungkapnya.
Pencegahan sebagai Pilar Utama
Dinkes Ciamis menempatkan pencegahan sebagai salah satu aspek krusial dalam upaya eliminasi TB. Salah satu langkah utamanya adalah pemberian imunisasi Bacillus Calmette-Guérin (BCG) kepada bayi baru lahir, yang bertujuan untuk memberikan perlindungan awal terhadap TB.
“Selain itu, skrining kesehatan secara terstruktur juga terus dilakukan, khususnya pada kelompok berisiko tinggi seperti tenaga kesehatan yang berinteraksi langsung dengan pasien, pekerja di lingkungan padat penduduk, serta individu dengan penyakit penyerta seperti HIV/AIDS dan diabetes,” jelasnya.
“Masyarakat diimbau untuk lebih proaktif dalam melakukan pemeriksaan kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada TB, seperti batuk berkepanjangan, demam tanpa sebab jelas, keringat malam, serta penurunan berat badan yang signifikan,” tambahnya.
Inovasi dalam Deteksi dan Pengobatan
Untuk mempercepat penemuan kasus TB, Dinas Kesehatan Ciamis mengadopsi pendekatan aktif dan pasif dalam penelusuran kasus. Teknologi juga dimanfaatkan dalam proses deteksi dini, seperti penggunaan Tes Cepat Molekuler (TCM) yang memungkinkan identifikasi bakteri TB dengan cepat dan akurat.
“Selain itu, Dinkes Ciamis telah mengembangkan aplikasi SILACAK GALUH TOSS TB, sebuah platform digital yang digunakan untuk memantau, melacak, dan mendata kasus TB secara lebih sistematis. Dengan teknologi ini, tenaga kesehatan dapat melakukan intervensi lebih cepat terhadap pasien yang terinfeksi,” imbuhnya.
“Setelah terdiagnosis, pasien TB wajib menjalani pengobatan sesuai standar Directly Observed Treatment, Short-course (DOTS). Metode ini memastikan pasien mengonsumsi obat secara rutin dengan pengawasan tenaga kesehatan guna meningkatkan kepatuhan terhadap terapi. Sementara itu, bagi pasien TB resisten obat (TB RO), diberikan pengobatan yang lebih kompleks dengan kombinasi obat lini kedua serta pemantauan ketat untuk mencegah kekambuhan,’ paparnya.
Dukungan Sosial dan Kolaborasi
Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis juga memberikan bantuan sosial bagi pasien TB yang mengalami kendala dalam mengakses layanan kesehatan. Bentuk dukungan ini mencakup bantuan transportasi bagi pasien di daerah terpencil serta edukasi bagi keluarga pasien agar dapat memberikan dukungan optimal selama proses pengobatan. Lingkungan yang mendukung sangat penting untuk meningkatkan keberhasilan terapi dan mengurangi stigma terhadap pasien TB.
Dr. Yoyo menegaskan bahwa keberhasilan eliminasi TB tidak hanya bergantung pada pemerintah dan tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas dan organisasi masyarakat. Pihaknya terus memperkuat jejaring layanan kesehatan hingga ke tingkat desa untuk memastikan setiap pasien mendapatkan akses pengobatan yang berkelanjutan.
“Dengan strategi komprehensif ini, diharapkan angka insiden TB di Kabupaten Ciamis dapat ditekan hingga 65 per 100.000 penduduk serta angka kematian akibat TB dapat berkurang hingga 6 per 100.000 penduduk, sejalan dengan target nasional yang telah ditetapkan,” pungkasnya.(TAUFIK )


