Kamis, April 30, 2026
BerandaFOKUS BERITA JATIMLumajangJatim Terbaik's Menguatkan Di Akar Rumput ,Desa Dampingan Jadi Kunci Pendampingan Ibu...

Jatim Terbaik’s Menguatkan Di Akar Rumput ,Desa Dampingan Jadi Kunci Pendampingan Ibu Hamil

Jatim Terbaik’s Menguat di Akar Rumput, Desa Dampingan Jadi Kunci Pendampingan Ibu Hamil

Lumajang FBI.www.tabloidfbi.com – ,TP PKK Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa desa dampingan merupakan ruang kerja nyata implementasi program Jatim Terbaik’s (Jawa Timur Tanggap terhadap Ibu Hamil Risiko Stunting) di tingkat akar rumput.

“Skema ini tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pendataan, tetapi menjadi mekanisme intervensi langsung yang memastikan pendampingan ibu hamil berisiko berjalan secara aktif, terarah, dan berkelanjutan,” ujar Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma dalam kegiatan Jatim Terbaik’s di Puskesmas Pasirian, Selasa (28/4/2026).

Melalui pendekatan ini, setiap ibu hamil yang teridentifikasi berisiko tidak berhenti pada tahap pencatatan data, melainkan masuk dalam sistem pendampingan intensif. Pendampingan mencakup pemantauan kesehatan berkala, pemenuhan gizi, kepatuhan konsumsi tablet tambah darah, hingga intervensi cepat terhadap potensi gangguan kehamilan seperti anemia dan Kekurangan Energi Kronis (KEK).

Dewi Natalia juga menegaskan bahwa desa dampingan menjadi instrumen kunci untuk memastikan Jatim Terbaik’s benar-benar bekerja di tingkat keluarga.

“Desa dampingan adalah ruang kerja nyata Jatim Terbaik’s di tingkat akar rumput. Di sini kita pastikan ibu hamil berisiko tidak hanya terdata, tetapi benar-benar didampingi, dipantau, dan dipastikan kebutuhannya terpenuhi secara berkelanjutan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan ini dirancang untuk menutup celah terbesar dalam penanganan stunting, yakni lemahnya kesinambungan pendampingan setelah proses identifikasi awal.

“Kalau tidak ada pendampingan yang konsisten, risiko itu tidak akan pernah benar-benar tertangani. Karena itu kita hadir sampai ke rumah dan keluarga,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dewi Natalia menegaskan bahwa keberhasilan program sangat ditentukan oleh keterlibatan aktif kader, tenaga kesehatan, dan keluarga sebagai lingkungan terdekat ibu hamil. Menurutnya, stunting hanya bisa dicegah jika seluruh elemen bergerak dalam satu sistem kerja yang saling terhubung.

“Ini bukan hanya kerja pemerintah atau PKK, tapi kerja bersama. Keluarga harus menjadi garda terdepan karena perubahan perilaku itu dimulai dari rumah,” tambahnya.

Dengan penguatan desa dampingan sebagai implementasi Jatim Terbaik’s, TP PKK Lumajang menargetkan sistem pencegahan yang lebih responsif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat upaya menuju “Zero New Stunting” pada 2026. (Den)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments