Kader PKK Dibekali Literasi Digital untuk Deteksi Dini Modus Kejahatan Online
Lumajang FBI .www.tabloidfbi.com – ,Tim Penggerak PKK Kabupaten Lumajang menegaskan pentingnya peningkatan literasi digital kader sebagai langkah edukatif dalam mencegah tindak pidana perdagangan orang yang kini banyak bermula dari ruang digital.
Dalam kegiatan Penguatan Kader Pokja 1 di Kecamatan Kedungjajang, Selasa (28/4/2026), PKK menyoroti perubahan pola kejahatan yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Modus perekrutan kerja ilegal, penipuan berkedok bantuan, hingga tawaran kerja di luar daerah maupun luar negeri kini banyak beredar melalui media sosial dan platform digital.
Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menekankan bahwa literasi digital tidak lagi sekadar kemampuan teknis, tetapi menjadi bagian penting dari edukasi perlindungan sosial di tingkat keluarga dan masyarakat.
“Perdagangan orang kini tidak selalu terjadi secara fisik di awal, tetapi dimulai dari ruang digital. Karena itu, kader harus memiliki kemampuan literasi digital yang kuat agar bisa menjadi filter pertama di masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, posisi kader PKK sangat strategis karena berada paling dekat dengan keluarga dan lingkungan warga. Dengan pemahaman yang baik terhadap pola komunikasi digital, kader diharapkan mampu memberikan edukasi sederhana namun efektif tentang cara mengenali informasi yang mencurigakan.
Edukasi ini mencakup kemampuan dasar seperti memverifikasi informasi lowongan kerja, memahami ciri-ciri penipuan digital, hingga menghindari jebakan janji pekerjaan dengan iming-iming berlebihan. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat daya kritis masyarakat dalam menerima informasi dari media sosial.
“Jika kader mampu menyampaikan pesan dengan bahasa yang mudah dipahami, maka masyarakat akan lebih cepat sadar dan tidak mudah terjebak informasi yang menyesatkan,” tambahnya.
PKK Lumajang menilai bahwa penguatan literasi digital juga merupakan bagian dari pendidikan perlindungan diri berbasis komunitas. Kader tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pengingat dan pengarah perilaku aman dalam penggunaan teknologi.
Melalui pendekatan edukatif ini, PKK berharap masyarakat dapat membangun kebiasaan baru dalam menyaring informasi sebelum mempercayainya, sekaligus memperkuat ketahanan sosial terhadap berbagai bentuk kejahatan berbasis digital.
Dengan demikian, literasi digital tidak hanya menjadi keterampilan tambahan, tetapi menjadi fondasi penting dalam upaya pencegahan perdagangan orang sejak dini di tingkat keluarga dan lingkungan masyarakat. (Den)


