Senin, Mei 25, 2026
BerandaUncategorizedAnak Yang Mengalami Keracunan Akan Mengalami Gangguan Pertumbuhan, Sistem Kekebalan Dan...

Anak Yang Mengalami Keracunan Akan Mengalami Gangguan Pertumbuhan, Sistem Kekebalan Dan Pencernaan Kronis

Kabupaten Ciamis,- Www.tabloidfbi.com,- Dengan adanya kejadian yang menimpa peserta didik atau siswa dan siswi di SMPN 4 Pamarican Kabupaten Ciamis yang diduga diakibatkan dari mengkonsumsi makanan bergizi gratis atau MBG, kejadian itu cukup berpengaruh untuk pertumbuhan anak dan menimbulkan traumatik serta kecemasan publik.

Tokoh Ciamis selatan sekaligus juru bicara Forum Perlindungan Anak Bangsa Ciamis Okki Herna Suganda melalui sambungan telpon mengatakan, pengaruh keracunan makanan pada pertumbuhan dan kesehatan anak dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan durasi keracunan. Selasa 30/9/2025

“Keracunan makanan dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare, muntah, dan sakit perut, juga dapat menyebabkan dehidrasi akibat muntah dan diare yang berlebihan, serta dapat menyebabkan kehilangan nutrisi penting akibat muntah dan diare tersebut,” ungkapnya.

Okki menambahkan, pengaruh dari keracunan makanan juga berakibat untuk jangka panjang, seperti gangguan pertumbuhan jika sampai keracunan makanan sampai berulang apalgi jika tidak ditangani dengan baik.

“Tidak hanya itu saja, dengan mengalami keracunan makanan juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh anak sehingga membuatnya lebih rentan terhadap infeksi serta dapat menyebabkan gangguan pencernaan kronis seperti iritasi usus besar,” imbuhnya.

Okki juga menyampaikan, cara mencegah dan menghindari keracunan makanan bisa dengan selalu mengonsumsi makanan yang sehat dann segar, hindari makanan yang berisiko tinggi yang bisa menyebabkan keracunan, seperti makanan yang tidak dimasak dengan baik atau makanan yang telah kadaluarsa.

“Yang terkhir tidak kalah penting untuk mencegah anak keracunan yaitu dengan memastikan anak mencuci tangan dengan sabun dan air yang bersih sebelum makan,” ucapnya.

“Oleh karena itu, penting untuk kita senantiasa memantau kesehatan anak dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk menghindari keracunan makanan, apalagi berbicara program MBG yang berkaitan dengan banyak tangan, mulai dari penyedia komoditi, pengantar komoditi, pengolah komoditi, penjamah makanannya, pengantar makanan dan sampai ke siswa, sehingga resiko nya cukup tinggi,” jelasnya.

“Berbicara makanan maka berbicara gizi, gizi yang bagus akan dihasilkan oleh komoditi bahan makanan yang baik dan sehat, tidak hanya itu saja, cara pengolahannya pun harus benar agar kematangannya pas sehingga tidak merusak kandungan gizi yang ada di komoditi yang diolah menjadi makanan untuk di konsumsi para siswa dan siswi kita,” paparnya.

“Tidak kalah penting bagi pemilik dapur SPPG untuk menyediakan menu MBG agar memastikan para juru masak atau penjamah makanan di SPPG nya dengan tidak memiliki penyakit menular dan benar-benar dalam kondisi sehat jasmani dan rohani, jika hal tersebut tidak dilaksanakan, alih-alih menyehatkan, MBG justru bisa membahayakan,” tukasnya.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments