Diduga Jadi Korban Penganiayaan di Tempat Karaoke, Eva Kristiani Tempuh Jalur Hukum
Jatinangor FBI. www.tabloidfbi.com – Rabu , 23/</2025 Insiden dugaan penganiayaan terjadi di sebuah tempat karaoke yang berlokasi di Dusun Marga Mekar, Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Korban, seorang ibu rumah tangga bernama Eva Kristiani (43), telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Jatinangor pada Senin malam, 21 Juli 2025.

Dalam Surat Tanda Bukti Lapor (STBL) dengan nomor STBL-B/28/VII/2025/SPKT, Eva menyebutkan bahwa peristiwa terjadi pada Minggu malam, 20 Juli 2025, sekitar pukul 22.00 WIB. Awalnya, Eva dipanggil ke sebuah ruangan karaoke oleh seorang tamu pria untuk menemani ngobrol. Namun, tidak lama kemudian, seorang wanita yang diduga berinisial IMS tiba-tiba masuk ke ruangan dan terjadi percekcokan antara keduanya.
“Saya diminta keluar untuk menjelaskan bahwa saya tidak ada hubungan apa-apa dengan pria tersebut. Tapi tiba-tiba saya dipukul dan didorong hingga terjatuh. Saya kaget dan tidak sempat melawan,” ujar Eva saat diwawancarai usai membuat laporan.
Akibat kejadian tersebut, Eva mengaku mengalami nyeri pada bagian tubuhnya dan segera menjalani pemeriksaan medis di Puskesmas Rawat Inap Jatinangor. Berdasarkan tanda bukti pembayaran dan hasil visum yang diterbitkan pada hari yang sama, Eva mendapatkan perawatan dan obat-obatan seperti Dexamethasone dan Mefenamic Acid untuk mengurangi rasa sakit.
Langkah hukum pun diambil. Eva resmi melaporkan IMS dengan dugaan tindak pidana penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 351 KUHP. Dalam proses pelaporan, Eva didampingi langsung oleh H. Indra Iskandar, pimpinan Tabloid FBI, yang juga menjadi kuasa pendampingnya.
“Kami akan mengawal kasus ini secara profesional hingga tuntas. Jangan sampai kekerasan terhadap perempuan seperti ini terus berulang tanpa penyelesaian hukum yang adil,” tegas H. Indra.
Pihak kepolisian Polsek Jatinangor telah menerima laporan dan tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap pelaku.Dokumen pelaporan dan bukti visum telah diverifikasi oleh tim redaksi. Kasus ini menjadi perhatian khusus karena melibatkan dugaan kekerasan terhadap perempuan di ruang publik. Fokus Berita Indonesia akan terus mengikuti perkembangan kasus ini secara berkelanjutan. ( H.Indra )




