Dinas Kesehatan Kab Bekasi Peduli Banjir, Siaga 24 Jam
Bekasi, FBI. www.tabloidfbi.com – Sejak awal tahun hingga memasuki bulan Pebruari 2026, hujan kerap kali mengguyur bumi Kab Bekasi, dan dampaknya akibat curah hujan yang cukup tinggi membuat genangan dan musibah banjir terjadi di sebagian wilayah Kab Bekasi khususnya wilayah Utara.
Melihat kondisi tersebut, tentu sangat rentan dengan gangguan kesehatan masyarakat terdampak banjir, oleh sebab itu Dinas Kesehatan Kab Bekasi menyiapkan program gercep yaitu siaga banjir 24 Jam.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kab Bekasi dr Arif kepada media mengatakan bahwa ini adalah bentuk kepedulian kepada masyarakat terdampak musibah banjir di Kab Bekasi, karena di musim penghujan dan kebanjiran, warga terdampak rawan menderita sakit.
Maka itu Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menyiagakan pelayanan kesehatan 24 jam untuk korban banjir yang melanda wilayah tersebut dalam dua pekan terakhir. Dengan menyiagakan tim medis 24 Jam, dan telah diterjunkan ke sejumlah lokasi banjir di wilayah utara Kabupaten Bekasi, termasuk Babelan, Tarumajaya, dan Muaragembong.
Lanjut Dr Arif menambahkan bahwa pos-pos kesehatan telah dibentuk untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan. Selain itu, tim pemantau berkeliling melakukan penanganan kesehatan langsung kepada masyarakat terdampak, dan kepada
seluruh kepala puskesmas di Kabupaten Bekasi diinstruksikan untuk beroperasi penuh selama 24 jam.
Bukan hanya itu, dr Arif juga memerintahkan agar tim medis juga siap dengan sistem jemput bola dengan turun langsung ke lokasi banjir dan pengungsian.
” Saya sudah instruksikan membagi tim menjadi lima kelompok dari empat hingga lima puskesmas untuk monitoring lapangan secara bergantian,” u
Ujar dr Arif.
Banjir telah menyebabkan gangguan kesehatan seperti penyakit kulit dan gangguan saluran pernapasan. Masyarakat dihimbau untuk memastikan kebersihan air minum dan mewaspadai penyakit seperti leptospirosis dan penyakit kulit.
Perlu di ketahui bahwa dari Data BPBD Kabupaten Bekasi per Minggu (1/2) menunjukkan bahwa banjir masih menggenangi 45 desa di 13 kecamatan dengan total 194 lokasi tergenang. Sebanyak 51.796 kepala keluarga terdampak, dengan 1.388 KK atau 4.508 jiwa mengungsi di 18 lokasi pengungsian yang disiagakan pemerintah daerah.( Edi YP )


