Jumat, April 10, 2026
BerandaFOKUS BERITA JABARCiamisJika Niat Baik Tidak Disertai Peta Jalan, Surat Edaran Gubernur Hanya Akan...

Jika Niat Baik Tidak Disertai Peta Jalan, Surat Edaran Gubernur Hanya Akan Jadi Gagasan Langit Saja

Kabupaten Ciamis,- Www.tabloidfbi.com,- Sebuah kebijakan dalam dunia pendidikan harus melalui kajian dari para pelaku pendidikan termasuk komite, pemimpin yang bijak harus balance dalam membuat kebijakan, tidak langsung memutuskan tetapi dengarkan dari para pelaku pendidikan, apakah semua lembaga pendidikan merugikan anak didiknya kah. Hal itu diungkapkan oleh tokoh masyarakat sekaligus pimpinan pondok pesantren Darussalam Ciamis Fadil Yani Ainusyamsi yang karib disapa Ang Icep,

Ang Icep mengatakan, tidak semua sekolah atau madrasah menyelenggarakan program apapun berdasarkan hawanafsu, apalagi cari untung semata, namun beraneka ragam alasan dan opsi-opsi nya, semua atas dasar musyawarah, dan program kegiatan yang manfaat tentu tidak hanya berdasarkan sepihak lembaga semata. Selasa 6/5/2025

“Seperti soal Study Tour, jangan di-“gebyah uyah” (sakompet daun) keun atau di sama rata kan, karena ada yang sudah melalui prosedur bertahap atas kesepekatan orangtua/wali, dari tahapan anak-anak menabung juga, tidak ujug-ujug asal minta uang untuk study tour, karena Study Tour adalah bagian dari pendekatan pendidikan mencintai alam dan berinteraksi dengan dunia luar sebagai bagian dari pengenalan Refreshing yang akan membuat kesan-kesan positif,” ungkapnya

Dikatakan Ang Icep, dengan study tour si anak juga diberikan tugas-tugas menginventafisir dan mencatat lalu membuat laporan-laporan individu seusai dengan tempat study tour nya, ke setiap kunjungan destinasi mana saja dan di lokasi mana saja, dan ada apa saja kelebihan-kelebihan yang bisa disampaikan, sehingga para siswa dan siswi disibukan dengan persiapan wajib menyusun laporan/jurnal usai mengikuti kegiatan tersebut.

Dengan menyikapi permasalahan yang saat ini menjadi perhatian para pelaku dunia pendidikan yaitu Acara-acara perpisahan, Ang Icep mengatakan, sudah sewajarnyalah anak-anak siswa SLTP/SLTA menikmati hasil usaha nya selama ini dalam belajar di bangku Sekolah dengan diadakannya acara perpisahan.

“Di usia mereka itu butuh penghormatan dan penghargaan, bukan sekedar hura-hura saja tetapi ada nilai positifnya juga,” ucapnya.

Ang Icep menambahkan, namun, untuk hal ini tergantung dari sudut mana kita memandang persoalan, larangan-larangan dari Gubernur KDM tersebut boleh jadi atas kebijakannya selama ini banyak yang mendukung, namun tidak sedikit pula yang menentang, tetapi se tidak nya bukan larangan yang keluar melainkan buatkan regulasi untuk mengaturnya.

“Mungkin, ada baiknya juga dari sisi Efisiensi, akan tetapi harapan kami bisa ada keterlibatan para pemangku pendidikan tidak sekedar langkah Top Down sepihak dan terus dievaluasi kebijakan-kebijakan Gubernur oleh para anggota Dewan Yth Provinsi Jabar agar masyarakat Jabar Cerdas dan Religius,” jelasnya.

“Maka dari itu sangat berharap kepada jajaran pemerintahan provinsi Jawa barat khsusnya kabupaten Ciamis untuk mengkaji kembali terkait surat edaran Gubernur tersebut, karena jika niat baik tidak disertai dengan peta jalan nya, surat edaran Gubernur hanya akan menjadi gagasan langit saja,” tukasnya.( taufik )

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments