Menurut Weton Jawa Paslon Indah-Yudha Tibo Kembang, Cak Thoriq-Fika Tibo Pati
Lumajang, FBI. www.tabloidfbi.com-dalam budaya jawa, kepercayaan terhadap neftu (Weton) memilik akar yang kuat dan dianggap suatu bentuk astrologi tradisonal sebagai pemandu dalam kehidupan sehari-hari. Setiap weton merupakan gabungan antara hari dan pasaran sesuai kalender jawa yang membawa pengaruh tersendiri terhadap sifat, nasib dan perjalan hidup seseorang. Kamis (29/8/2024).
Apabila dikaitkan dengan hari pendaftaran peserta paslon Cabup dan Cawabup kabupaten Lumajang saat ini dilihat hari sesuai pasaran sesuai kalender jawa.
Pasangan Indah-Yudha pada hari Rabu Pahing sesuai kalender jawa neftunya 16. Weton yang dinaungi Tibo Sari (Membawa Berkah)
Rabu pahing artinya kombinasi rabu dan pahing, memadukan elemen-elemen keberuntungan dan kesuksesan.
Sedangkan paslon Cak Thoriq-Fika pada hari Kamis Pon sesuai kalender jawa neftunya 6.Weton yang dinaungi Tibo Pati artinya pasangan tersebut akan mengalami kesusahan dan nasib buruk.
Hal serupa juga disampaikan oleh Mbah Saiku salah satu paranormal dari alas purwo Banyuwangi. Menurutnya jangan sepelekan hitungan hari sesuai neftu (Weton) orang jawa tidak bisa lepas dari adat budaya tradisi jawanya.
“Wong jowo ojo nyepelekne itungan jowo ben slamet (Orang jawa jangan sepelekan hitungan hari jawa biar slamet).” Tuturnya.
Setelah mendengar hari pendaftaran paslon cabup-cawabup kabupaten Lumajang dirinya mulai memberikan gambaran. Rabu Pahing itu tibo kembang, bakal lancar apa yang menjadi cita-citanya atau penuh berkah langkahnya.
Sedangkan Kamis Pon tibo Pati ini perlu waspada dan hati-hati karena dia akan mendapat kesusahan juga sial (Nasib buruk) dalam setiap langkahnya.
Masih menurut mbah Saiku, kita orang beragama dan punya keyakinan masing-masing. Hidup, jodoh dan mati hanya Tuhan yang tau, tapi dalam kehidupan jawa masih identik dengan pasaran jawa. Buktinya orang akan menikah, bikin rumah juga usaha apapun masih menggunakan pasaran jawa (Weton).
“Wong jowo ojo lali jowone, sopo netepi neftu bakal mulyo uripe, neng sopo seng nabrak pasaran jowo bakal ciloko. (Orang jawa jangan lupa asal usulnya, siapa yang taat pada neftu bakal sejahtera hidupnya, namun barang siapa yang menabrak hari pasaran jawa bakal celaka).” Tandasnya. (Den).


