Pemdes slangit lestarikan tradisi adat budaya MAPAG SRI
Cirebon FBI. www.tabloidfbi.comĀ – Pemerintah Desa (Pemdes ) slangit, Kecamatan klangenan, Kabupaten Cirebon, mengadakan upacara adat desa MAPAG SRI yang merupakan salah satu adat istiadat budaya masyarakat Indonesia khususnya Jawa dan Sunda yang dilaksanakan untuk menyambut datangnya panen raya sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan yang Mahaesa. Mapag Sri apabila ditilik dari bahasa Jawa halus mengandung arti menjemput padi.
Apendi Selaku Kuwu/Kepala Desa Slangit kepada awak media yang meliput mengatakan bahwa tradisi ini akan terus kita lestarikan sebagai bentuk rasa syukur kami kepada Sang Pencipta juga sebagai bentuk Simbol Penghormatan dan penghargaan masyarakat Desa Slangit kepada para leluhurnya dan merupakan salah satu pelestarian budaya ciri khas yang kita miliki.
“Kita sebagai umat muslim wajib selalu bersyukur kepada Sang Pencipta dan tidak melupakan jasa para leluhur kita, tradisi ini merupakan simbol penghormatan dan penghargaan masyarakat Desa Slangit kepada para leluhurnya dan juga merupakan pelestarian Budaya yang kita miliki agar kita bisa mawas diri dan selalu bersyukur atas apa yang kita dapatkan selama hidup di Dunia ini”
“Tanpa jasa para leluhur sudah tentu kita tidak akan ada di Dunia ini dan tidak dapat menikmati hasil yang selama ini kita nikmati, semoga dengan pelestarian tradisi ini generasi muda berikutnya dapat mengenal para leluhurnya dan juga dapat menghormati dan menghargai tradisi/budaya yang kita miliki sebagai Ruh dalam hidup bermasyarakat serta dapat selalu bersyukur atas Rezeki yang di dapat”. Ungkap Kuwu Apendi .
“Semoga dengan melestarikan budaya/adat dan tradisi Ngunjung Buyut serta Mapag Sri Desa Karangreja ini Bumi Desa Slangit Tumbuh Subur, penuh berkah dan barokahnya agar masyarakat Desa Slangit sejahterah,aman,damai,dan para pemimpinnya bekerja dengan penuh amanah dan Istiqomah membangun Desa Slangit yang tercinta ini”. Tutup Apendi .
Rangkaian acaranya pun terdiri dari berbagai seni budaya khas Cirebon seperti tari topeng, pergelaran wayang kulit dan iring iringan hasil bumi serta napak tilas berjalan telanjang kaki di lakukan oleh Kuwu beserta para perangkat Desa dan masyarakat yang sangat antusias menuju makam leluhur/buyut Desa Slangit.
Jadi dengan adanya kegiatan ini, masyarakat bisa duduk bersama, berdoa, tahlilan dan tawasulan.
āIni jelas sangat bermakna penuh barokah, semakin mempererat ukhuwah islamiyah serta tetap kuat jalinan persatuan dan kesatuan hubungan antara pemerintahan desa dengan warga masyarakat semakin erat,ā tuturnya.
Ditambahkan ngatijah kapolsek klangenan menuturkan harapanya “dengan acara Mapag Sri ini sebagai menjadi wadah persatuan kesatuan antara masyarakat dan aparatur desa lebih bersinegi agar desa slangit menjadi desa maju dan berbudaya, ungkapan rasa syukur pada Allah SWT atas Rahmat serta limpahan hasil bumi termasuk untuk menyambut atau untuk memulai masa tanam dengan berharap hasil panennya melimpah.
āIni bukti bahwa di gelarnya tradisi Ngunjung buyut dan Mapag Sri, Pemdes dan masyarakat di Desa Slangit merupakan masyarakat yang berbudaya, agamis dengan tetap menjaga dan mempertahankan kearipan lokal serta warisan leluhur,ā ungkapnya
( Priyanda/investigasi )


