Rabu, Agustus 19, 2026
BerandaFOKUS BERITA JATIMLumajangSedekah Desa Wonokerto, Tradisi Berbagi yang Merawat Potensi Desa

Sedekah Desa Wonokerto, Tradisi Berbagi yang Merawat Potensi Desa

Sedekah Desa Wonokerto, Tradisi Berbagi yang Merawat Potensi Desa

Lumajang FBI.www.tabloidfbi.com – ,Tradisi Sedekah Desa di Wonokerto, Kecamatan Gucialit, menunjukkan bahwa rasa syukur masyarakat dapat berjalan beriringan dengan upaya memperkenalkan potensi desa. Melalui Jenggolo Tape Fest 2026, tradisi berbagi hasil bumi, seni budaya, dan produk lokal dipusatkan di kawasan Bukit Jenggolo, Minggu (16/8/2026).

Puncak kegiatan ditandai dengan pembagian lima tumpeng hasil bumi yang kemudian disambut antusias warga. Masyarakat juga mendapat 5.000 porsi tape ketan secara gratis, salah satu produk yang menjadi bagian dari identitas Jenggolo Tape Fest.

Kepala Desa Wonokerto, Tupin, mengatakan Sedekah Desa merupakan bentuk rasa syukur sekaligus kesempatan bagi warga untuk mempererat silaturahmi.

“Untuk sedekah desa, masyarakat Wonokerto bersedekah dengan menghadirkan sanak saudaranya. Bersedekah juga memberikan hidangan dan apa pun yang bisa diberikan untuk saudara dan keluarganya,” kata Tupin.

Rangkaian kegiatan telah dimulai sehari sebelumnya melalui khotmil Quran yang digelar di 21 titik di Desa Wonokerto. Pada puncaknya, tradisi berbagi hasil bumi dipadukan dengan berbagai pertunjukan seni budaya masyarakat.

Kesenian yang ditampilkan antara lain jaran kencak, kuda lumping, bantengan, tari topeng Kaliwungu, karapan sapi, hingga kesenian khas masyarakat Madura. Perpaduan tersebut membuat tradisi desa sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenalkan kekayaan budaya yang tumbuh di Wonokerto.

Tupin berharap konsep Jenggolo Tape Fest dapat terus dikembangkan dengan tetap mempertahankan nilai tradisi yang telah ada.

“Insyaallah nanti akan kita lanjutkan di tahun-tahun berikutnya dengan berbagai koreksi sehingga akan menjadi daya tarik untuk para pengunjung,” ujarnya.

Selain menjadi lokasi kegiatan budaya, Bukit Jenggolo juga tengah dikembangkan sebagai kawasan agrowisata. Kawasan seluas 21 hektare di atas tanah kas desa tersebut memiliki sejumlah potensi, antara lain kolam ikan, pisang emas, dan tanaman tebu.

Pemerintah Desa Wonokerto juga menganggarkan pemanfaatan tanah kas desa dan Bukit Jenggolo dalam APBDes 2026 dengan target Pendapatan Asli Desa (PADes) sebesar Rp300 juta. Sebagai pembanding, PADes Wonokerto pada 2025 tercatat Rp97 juta.

Menurut Tupin, kawasan Bukit Jenggolo juga telah dikunjungi wisatawan dari luar daerah. Ia menyebut pengunjung dari Lampung dan Bali pernah datang, termasuk seorang wisatawan asal Belanda.

“Alhamdulillah, ada tetangga juga dari Belanda datang ke sini untuk menikmati Bukit Jenggolo,” pungkasnya.

Sedekah Desa Wonokerto pada akhirnya mempertemukan beberapa kekuatan masyarakat dalam satu ruang: tradisi sebagai bentuk rasa syukur, hasil bumi sebagai simbol berbagi, seni sebagai identitas budaya, serta potensi alam sebagai bagian dari pengembangan desa.

Dengan tetap menjaga nilai tradisi dan melibatkan masyarakat, kegiatan seperti Jenggolo Tape Fest dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi Wonokerto secara bertahap kepada masyarakat yang lebih luas. (Den)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments