Kamis, Januari 8, 2026
BerandaFOKUS BERITA JABARSumedangTPS3R Puskopad Terabaikan , Ketua KSM Mitra Sehati Pertanyakan Kepedulian KLH Sumedang

TPS3R Puskopad Terabaikan , Ketua KSM Mitra Sehati Pertanyakan Kepedulian KLH Sumedang

TPS3R Puskopad Terabaikan, Ketua KSM Mitra Sehati Pertanyakan Kepedulian KLH Sumedang

Sumedang FBI.www.tabloidfbi.com  – Selasa , 6/1/2026

N. Mujianto, Ketua TPS3R KSM Mitra Sehati yang berlokasi di Puskopad RT 02/04, Desa Gunungmanik, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, menyayangkan tidak adanya alokasi bantuan cactor dan bak truk sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Sumedang. Padahal, kebutuhan sarana operasional tersebut dinilai sangat mendesak mengingat TPS3R Puskopad melayani dua RW dengan total hampir 900 KK.

Mujianto mengungkapkan, pengajuan bantuan telah dilakukan hampir satu tahun lalu di tahun 2025 , sebelum ada rapat pengurus TPS3R di KLH Sumedang. Selain itu, proposal juga telah disampaikan ke berbagai instansi, termasuk Badan Amil Zakat Nasional Sumedang, Dinas Lingkungan Hidup, hingga Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, namun tidak mendapat tanggapan.

“Kami mempertanyakan alasan TPS3R Puskopad tidak mendapatkan cactor, padahal kondisi lapangan sangat membutuhkan. Lokasi penampungan rawan, pernah mengalami longsor, dan saat ini memasuki musim hujan. Tanpa dukungan alat, risiko penumpukan sampah makin besar,” tegas Mujianto.

Ia menambahkan, seluruh sarana utama TPS3R sudah tidak berfungsi. Cactor, mesin pres karton, hingga mesin diesel yang digunakan sejak peresmian TPS3R oleh Bupati Sumedang kala itu—sekitar 10 tahun lalu—telah rusak berat akibat  kebakaran, sehingga kini hanya menjadi besi tua.

Upaya koordinasi juga telah dilakukan ke Pemerintah Desa Gunungmanik, namun disebutkan belum ada alokasi anggaran untuk TPS3R. Bahkan, surat resmi telah dilayangkan ke pihak Kecamatan Tanjungsari sebagai bentuk ikhtiar administratif.

Mujianto berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, khususnya Bupati Sumedang dan Dinas Lingkungan Hidup, menunjukkan kepedulian nyata dengan menyalurkan bantuan cactor dan bak sampah.

“Jika dibiarkan, penumpukan sampah berpotensi menjadi sarang penyakit, menimbulkan bau menyengat, dan menciptakan lingkungan kumuh. Ini bukan hanya soal alat, tapi kesehatan dan keselamatan warga,” pungkasnya. ( red FBI )

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments