Kabupaten Ciamis,- Www.tabloidfbi.com,- Warga Desa Batu Nunggul, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, kembali menyuarakan keresahan mereka terhadap kondisi tiang listrik yang terhubung ke menara telekomunikasi milik PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel). Tiang penopang tersebut terlihat berkarat parah, bahkan posisinya kini miring hingga menimpa pepohonan di sekitar lokasi. Kondisi ini membuat masyarakat setempat semakin khawatir akan potensi bahaya yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Tokoh masyarakat Batu Nunggul, Endang Permana, mengungkapkan bahwa masalah tersebut bukan persoalan baru. Menurutnya, warga sudah sejak dua bulan lalu melaporkan kerusakan tiang tersebut kepada pihak terkait. Bahkan, kata Endang, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Mitratel sebanyak dua kali. Namun, hingga kini belum juga ada langkah nyata di lapangan untuk memperbaiki fasilitas yang dinilai sangat membahayakan itu.
“Warga resah karena tiang itu bisa saja roboh sewaktu-waktu. Kalau sampai jatuh, dampaknya bisa fatal, bukan hanya merusak fasilitas umum, tetapi juga bisa mencelakakan warga sekitar. Kami sudah cukup sabar menunggu, sekarang kami minta tindakan cepat dan nyata. Kalau tetap diabaikan, masyarakat siap menutup akses menuju menara Mitratel,” tegas Endang, Rabu (1/10/2025).
Lebih lanjut, Endang menegaskan bahwa rencana penutupan akses ke menara tersebut bukanlah sekadar ancaman belaka. Menurutnya, langkah itu merupakan bentuk desakan agar keselamatan warga segera diprioritaskan oleh perusahaan pemilik menara. Ia menilai, kondisi tiang yang sudah rapuh dan berkarat jelas menjadi bom waktu yang sewaktu-waktu bisa menimbulkan risiko besar, baik terhadap lingkungan maupun aktivitas sehari-hari masyarakat.
“Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Jangan sampai ada korban lebih dulu baru ada tindakan. Kami tidak ingin musibah terjadi hanya karena pihak perusahaan menyepelekan perbaikan fasilitas yang jelas-jelas sudah rusak,” tambahnya.
Sejumlah warga yang ditemui di sekitar lokasi menara juga menyampaikan keresahan yang sama. Mereka khawatir jika musim hujan atau angin kencang tiba, tiang yang sudah rapuh itu akan tumbang dan menimbulkan bencana. Warga menilai pihak perusahaan telekomunikasi harusnya lebih sigap dalam menjaga keamanan fasilitas mereka, mengingat keberadaan menara tersebut berdiri di tengah permukiman warga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Mitratel belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan masyarakat Batu Nunggul. Warga berharap, perusahaan tidak menutup mata dan segera mengambil langkah konkret sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa keberadaan infrastruktur telekomunikasi tidak hanya berkaitan dengan kepentingan jaringan, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.( taufik)


