Transparansi Jadi Kunci Kepercayaan, Ketua TPS3R Puskopad Paparkan Laporan Keuangan Semester I 2026 dan Raih Apresiasi Pengurus Lingkungan
Sumedang FBI.www.tabloidfbi.com – Minggu, 5 Juli 2026 – Ketua TPS3R Puskopad KSM Mitra Sehati, H. Nono Mujianto, memaparkan laporan pertanggungjawaban keuangan Semester I Tahun 2026 (Januari–Juni 2026) secara terbuka di hadapan para Ketua RW, Ketua RT, tokoh agama, tokoh masyarakat, anggota BPD Desa Gunungmanik, serta para kader TPS3R Puskopad.
Rapat yang berlangsung pada Minggu, 5 Juli 2026, pukul 15.30 WIB hingga 17.30 WIB di lokasi TPS3R Puskopad, Desa Gunungmanik, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, berlangsung tertib, lancar, dan kondusif.
Dalam laporannya, H. Nono Mujianto menyampaikan secara rinci kondisi keuangan TPS3R Puskopad selama enam bulan terakhir. Ia menjelaskan berbagai capaian program, di antaranya pemasangan CCTV, jaringan Wi-Fi, pengadaan mesin pencuci mobil, koordinasi pengadaan kendaraan angkut sampah bersama pihak Perumahan Grand di lingkungan Puskopad, serta penyampaian saldo kas sebesar Rp10.000.000 yang tersimpan di rekening Bank BJB atas nama TPS3R Puskopad KSM Mitra Sehati.
Selain itu, H. Nono Mujianto juga melaporkan keberhasilan memperoleh bantuan bak sampah damtruk dari PT Pegadaian Kanwil X Bandung. Proposal bantuan diajukan pada 30 April 2026 atas kapasitasnya sebagai CEO Media Tabloid FBI, kemudian direalisasikan dengan pengiriman bantuan pada 17 Juni 2026. Selanjutnya, serah terima secara simbolis dilaksanakan pada 22 Juni 2026 oleh pejabat PT Pegadaian Kanwil X Bandung kepada Ketua TPS3R Puskopad.


Penyampaian laporan keuangan yang detail dan transparan mendapat apresiasi dari Ketua RW 03, Ketua RW 04 Puskopad, serta Anggota BPD Desa Gunungmanik, Bapak Maming. Mereka menilai keterbukaan tersebut menjadi contoh tata kelola organisasi yang akuntabel serta mampu membangun kepercayaan masyarakat.
Dalam sesi dialog, sejumlah usulan dan pertanyaan disampaikan para pengurus lingkungan, di antaranya dari Ketua RT 05/RW 04 mengenai penyamaan iuran agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial, RT 06/RW 03 mengenai kebijakan terhadap warga yang tidak membayar iuran namun tetap meminta sampah diangkut, RT 01/RW 04 mengenai kewajiban iuran bagi warga yang membuang sampah secara mandiri, serta kader RT 07/RW 04 yang mengusulkan penurunan iuran dana peremajaan kendaraan dari Rp50.000 menjadi Rp30.000 per kepala keluarga.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, H. Nono Mujianto menegaskan bahwa pengurus mengedepankan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial. Menurutnya, tidak sepatutnya muncul rasa kecemburuan antarwarga, melainkan semangat gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Ia juga menjelaskan bahwa warga yang tidak membayar iuran tidak akan mendapatkan layanan pengangkutan sampah. Sementara bagi warga yang memilih membuang sampah sendiri, tetap diharapkan berpartisipasi membayar iuran sebagai bentuk dukungan terhadap program kebersihan lingkungan.
Terkait usulan penurunan iuran dana peremajaan kendaraan, H. Nono Mujianto menyampaikan bahwa seluruh program telah disepakati bersama dan tetap dijalankan dengan menerapkan subsidi silang bagi warga kurang mampu. Bahkan, dirinya sebagai Ketua TPS3R juga tetap ikut membayar iuran sampah maupun dana peremajaan kendaraan.
Pada kesempatan tersebut, H. Nono Mujianto memberikan apresiasi kepada kader RT 05/RW 05 dan kader RT 03/RW 03 yang dinilai paling aktif dalam menggerakkan warga sehingga memiliki tingkat penyetoran iuran terbaik kepada bendahara TPS3R.
Ia juga mengingatkan masih adanya sebagian warga yang belum mendukung program kebersihan lingkungan dengan tidak membayar iuran, namun tetap membuang sampah ke TPS3R. Menurutnya, kondisi tersebut sangat disayangkan karena sebagian di antaranya berasal dari kalangan ekonomi yang mampu, sementara warga dengan kondisi ekonomi lebih sederhana justru memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap kebersihan lingkungan.
Mengakhiri penyampaiannya, H. Nono Mujianto mengajak seluruh pengurus lingkungan dan masyarakat Puskopad untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan, terlebih menjelang musim penghujan.
“Mari kita bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Siapa lagi yang akan peduli terhadap lingkungan kita kalau bukan kita sendiri. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, lingkungan yang bersih dan sehat akan menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Rapat ditutup dengan suasana penuh kekeluargaan serta komitmen bersama untuk terus meningkatkan pelayanan dan pengelolaan TPS3R Puskopad demi terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga.
Penulis/Editor:
H. Dhafa Noval Bhayangkara



