Diduga Berbagi Hasil Korupsi Dengan Pemkab Lumajang, Lembaga Pendidikan Tempursari Bebas Melakukan Aksinya
Lumajang FBI ,wwwtabloidFBI.com-cerita kelam sindikat koruptor dilembaga pendidikan kecamatan tempursari kabupaten Lumajang yang dengan bebas dan leluasa melakukan aksinya. Kuat dugaan telah terbangun konspirasi jahat antar petugas dan pejabat setingkat diatasnya. Semua terbukti ketika akan dikonfirmasi oleh awak media disenyalir mereka saling menutupi dan sengaja menghindar. Sehingga nampak sekali sudah kekompakan diantara mereka untuk saling menutupi modus operandinya. Kamis (25/7/2024).
Disinilah muncul stigma bahwa mereka saling berbagi hasil korupsi dengan jaringan pemerintah kabupaten Lumajang dalam hal ini Dinas Pendidikan. Seperti prediksi salah satu anggota LPKNI (Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional Indonesia) Diah dan Slamet Riyadi (awak media). Mereka berpendapat oknum dilembaga pendidikan kecamatan tempursari. Diduga sudah terkodinir juga terstrutur dan masif untuk menghindar apabila ada lembaga atau awak media yang datang akan konfirmasi. Terkait indikasi pungli dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang disunat 25% dengan dalih pembelanjaan wajib SIPLAH.
Mereka menilai modus operandi selama ini (mulai tahun 2021) sudah terkondisikan secara rapi dan kuat dugaan atas persetujuan oleh dinas pendidikan. Bahkan bisa dikatakan sepakat berbagi hasil pungli dengan pemkab lumajang, sehingga dinas tutup mata semua. Setelah diadakan penelusuran dua kali dilapangan secara menyeluruh kepada pihak terkait, mereka saling koling dan menutupi satu sama lain.”ungkapnya.
Disinilah muncul berbagai anggapan bahwa adanya konspirasi jahat antar sesama sindikat koruptor. Mulai oknum kepala KPP dan K3S kecamatan tempursari untuk saling menghindar agar tidak terbongkar perbuatan melawan hukumnya. Ini menjadi catatan tersendiri dan harus mendapat perhatian khusus dari APIP (Inspektorat) dan APH kabupaten Lumajang. Untuk mecegah meluasnya virus korupsi dilingkungan lembaga pendidikan kecamatan tempursari.
(Den)


