Minggu, Desember 28, 2025
BerandaFOKUS BERITA JABARPangandaranBudaya Positif Merasang Motifasi Warga Sekolah

Budaya Positif Merasang Motifasi Warga Sekolah

Budaya Positif Merangsang Motivasi Warga Sekolah.

Pangandaran FBI
www.tabloidfbi.com-Sekolah idaman merupakan sekolah yang selalu dicita-citakan baik guru maupun peserta didik, sekolah tentunya tempat menuntut ilmu dengan keadaan nyaman untuk mengembangkan bakat yang dimiliki.

Keadaan nyaman di sekolah dapat diciptakan dengan sekolah tanpa penindasan, bulliying, ataupun kekerasan, dengan demikian seluruh warga sekolah bergotong royong menciptakan sekolah yang nyaman, hal ini tentunya dapat terwujud melalui budaya positif.

Dikatakan Herdhianto, di SDN 2 Sukamaju Kecamatan Mangunjaya Kabupaten Pangandaran Komunitas belajar (Kombel) MUTIARA (Mandiri, Unggul, Terampil, Inovasi, Aktif, Replektif, Antusias) sudah mulai bergerak dengan mengkemas desiminasi budaya positif.

“Hari ini kita selenggarakan desiminasi budaya positif untuk mengenalkan budaya positif tentang bagaimana menangani sebuah aturan pembelajaran,” ungkapnya Jum’at (27/10/2023).

Menurutnya, kata Dia, Budaya positif di sekolah bertujuan untuk menumbuhkembangkan motivasi intrinsik warga sekolah yang bisa menghasilkan disiplin positif.

“Motivasi intrinsik merupakan kemampuan diri sendiri untuk menangani masalah yang dihadapi dengan bertanggung jawab, oleh karena itu budaya positif sangat diperlukan oleh warga sekolah agar dapat memberikan lingkungan yang nyaman dalam pendidikan,” ujarnya.

Herdhianto mengatakan, ketika ada budaya positif maka sangat erat kaitannya dengan kesepakatan kelas yang sekarang sudah dirubah menjadi keyakinan kelas.

“Keyakinan kelas ini lebih ke menanamkan nilai-nilai kebajikan contoh kecilnya sepeti yang dulu kalimatnya dilarang merusak tanaman (kata negatif) sekarang dirubah menjadi kata yang lebih baik menjadi rawatlah tanaman dengan baik, jadi kita harus selalu mengatur mindset kita ke arah yang positif,” paparnya.

Kendati demikian, kata Herdhianto tentunya budaya positif ini sesuai filosofi Ki Hadjar Dewantara dalam pembelajaran yang menuntun dan berpihak kepada siswa, maka diajarkanlah tentang disiplin positif.

“Sehingga siswa dapat belajar dalam keadaan nyaman bukan dalam keadaan takut bahkan tertekan, pembelajaran yang nyaman maka akan menuntun siswa mencapai kemerdekaan belajar,” ucapnya. ( IRFANSAH )

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments