Kamis, April 30, 2026
BerandaFOKUS BERITA JATIMLumajangMelawan Klub Elite Nasional, Dzunnurain Archery Lumajang Tembus 4 Besar Dengan 4...

Melawan Klub Elite Nasional, Dzunnurain Archery Lumajang Tembus 4 Besar Dengan 4 Emas

Melawan Klub Elite Nasional, Dzunnurain Archery Lumajang Tembus 4 Besar dengan 4 Emas

Lumajang FBI.www.tabloidfbi.com – ,Klub panahan Dzunnurain Archery asal Kabupaten Lumajang menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Segar Archery Championship 2026 yang digelar di Stadion Cendrawasih, Cengkareng, Jakarta Barat, pada 25–26 April 2026. Dalam kejuaraan yang diikuti 630 atlet dari 40 klub berbagai daerah tersebut, Dzunnurain Archery berhasil membawa pulang empat medali emas, tiga perak, dan dua perunggu, sekaligus menempatkan diri di peringkat keempat klasemen akhir.

Kompetisi yang berada di bawah naungan Pengkot Perpani Jakarta Barat dan Pengprov DKI Jakarta ini menghadirkan persaingan ketat dari berbagai klub elite nasional. Namun demikian, atlet-atlet muda asal Lumajang mampu menunjukkan konsistensi performa di berbagai nomor pertandingan, khususnya pada kategori barebow yang menjadi kekuatan utama klub.

Empat medali emas diraih dari nomor Barebow 10 Meter Beregu Putra, Barebow 10 Meter Mix, Barebow 5 Meter Beregu Putra, dan Barebow 5 Meter Beregu Putri. Tiga medali perak diperoleh dari Barebow 5 Meter Mix, Barebow 10 Meter Mix, serta Recurve 20 Meter Eliminasi Individu Putri. Sementara dua medali perunggu diraih dari Barebow 5 Meter Kualifikasi Individu Putra dan Eliminasi Individu Putra.

Prestasi ini ditopang oleh para atlet usia pelajar, di antaranya Dzunnurain Almaidany Kurniawan (SQS Cahaya Al-Qur’an Lumajang), Aurellio Rafael Aditya (SD Quba Lumajang), Danial Azmi El Rafif (SD Al Ikhlas Lumajang), Hafiz Machrus Achmadi (SD Quba), Bilqis Shakeela Afsheen (SD Quba), Almira Shaafa Qaireen Achmadi (SD Quba), Namira Maulidia Fauzi (SD Al Ikhlas), serta Rahadatul ‘Aisy Kurniawan (PKBM Cahaya Al-Qur’an Lumajang).

Dalam keterangannya, Rabu (29/4/2026), Pelatih kepala Dzunnurain Archery, Arief Kurniawan, menegaskan bahwa keikutsertaan dalam kejuaraan ini bukan semata mengejar prestasi, tetapi bagian dari proses pembinaan jangka panjang untuk memperkuat mental dan pengalaman bertanding atlet.

“Kejuaraan ini kami posisikan sebagai ruang belajar yang sesungguhnya. Medali itu penting, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana atlet mampu tumbuh, disiplin, dan kuat secara mental dalam proses panjang pembinaan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh program latihan mengacu pada pendekatan Long Term Athlete Development (LTAD) yang menekankan proses bertahap dalam pembentukan atlet.

“Tidak ada prestasi instan. Semua adalah hasil dari proses panjang, latihan yang konsisten, evaluasi berkelanjutan, serta dukungan orang tua dan lingkungan. Kami hanya berusaha menjaga proses itu tetap benar,” tambahnya.

Dari sisi penyelenggara, Pengkot Perpani Jakarta Barat memberikan apresiasi atas partisipasi Dzunnurain Archery yang datang dari luar daerah dan turut memperkaya kualitas kompetisi.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga di daerah mampu bersaing di level nasional ketika ditopang sistem yang konsisten dan berorientasi jangka panjang. Lebih dari sekadar raihan medali, capaian ini menegaskan bahwa prestasi lahir dari proses, disiplin, dan kerja kolektif yang berkelanjutan. (Den)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments