Obsesi Jadi Kades Sidomulyo Diduga Untuk Mencuri Uang Negara, Berpotensi Jadi Target Operasi
Lumajang FBI. www.tabloidfbi.com – lagi dan lagi oknum kades sidomulyo kecamatan pronojiwo kabupaten lumajang (Jatim) selalu bikin ulah yang membuat gerah warganya. Kepercayaan masyarakat kepada pemimpinnya (Kades) hilang karena ulah dari dia sendiri. Setelah terindikasi mejual 2 unit mobil operasional desa sidomulyo dan uangnya raib entah kemana. Kini kuat dugaan nilep uang negara tanpa alasan yang jelas, untuk mengenyangkan perutnya sendiri. Menurut informasi yang bisa dipertanggung jawabkan, kades AG disenyalir telah menggelapkan (Korupsi) dana DD dengan modus proyek rabat beton fiktif yang menelan anggaran ratusan juta rupiah. Uang hasil dari wisata yang diserahkan kepada bumdes kisaran Rp 150 juta untuk dikelola, namun diminta oleh kades AG untuk kepentingan pribadi. Belum lagi dana DD untuk program ketahanan pangan sekira Rp 102 juta juga diembat oleh kades AG tanpa keterangan yang jelas. Diduga masih banyak lagi kasus yang lakukan oleh AG yang perlu diungkap dan dipublikasikan agar masyarakat luas tahu dan segera mendapat respon dari APH (Aparat Penegak Hukum) untuk segera diproses kejalur hukum. Kamis (30/5/2024).
Berbagai lapisan masyarakat desa sidomulyo khususnya dibuat geram oleh ulah ugal-ugalan kades AG. Mereka menduga tujuan dia jadi kades Sidomulyo rupanya sengaja dijadikan jalan untuk menggarong uang negara. Karena baru berjalan 3 tahun masa jabatan sebagai kades, namun berbagai penyimpangan (Korupsi) telah dilakukan secara terang-terangan dan tanpa malu sedikitpun. Yang lebih gila lagi kades AG malah sempat menawarkan jual beli jabatannya dengan harga yang fantastik Rp 600 juta lebih, kepada siapa saja yang mau membelinya AG siap mundur dari jjabatan kades sidomulyo. Rupanya uang telah menutup mata hati AG, sehingga dia bisa melakukan perbuatan konyol dan melawan hukum.
Saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon dan pesan whatsapp pribadinya kades AG tidak merespon dan ketika awak media datangi kantor desa dia tidak berada ditempat. Keterangan dari beberapa staf desa sidomulyo mengatakan kalau kades AG keluar entah kemana. Banyak yang mengetahui kalau kehadiran kades AG dikantor desa tiap harinya tidak lebih dari 1 jam saja, setelah itu hilang entah kemana. Seperti sengaja menghindar dari siapapun yang akan menemuinya dibale desa. Rumor yang ramai berkembang ditengah masyarakat bahwa kades AG sudah tidak dihargai atau dianggap sebagai bapak oleh warga sidomulyo.
Seperti keterangan oleh salah satu warga desa sidomulyo yang tidak bersedia disebutkan namanya. Dia mengatakan kalau perbuatan sudah diluar batas kewajaran sebagai pejabat publik (Kades), seakan-akan dia kebal hukum. Apa yang dilakukan secara terang-terangan, diketahui semua wargapun dia seperti merasa benar. Dugaan korupsi dana DD danuang wisata yang dikelola bumdes serta ketahanan pangan tapi seperti makanan empuk baginya. Padahal masih banyak lagi yang harus diungkap secara perlahan tapi pasti.
“Intinya kami warga desa sidomuyo berharap segera diproses secara hukum perbuatan melawan hukumnya. Agar tidak semakin merajalela, kami sebagai korban akal busuknya merasa geram dan jenuh melihatnya.” Ujarnya.
Sama halnya penuturan ketua Bumdes sidomulyo yang secara gamblang dan detail menjelaskan semua modus kades AG dalam menilep beberapa anggaran negara. Mulai dari dana DD sampai uang bumdes hasil setoran dari wisata kisaran Rp 500 juta, belum lagi dana dari sumber yang lain. Ketua bumdes menegaskan kalau dirinya sampai takut kalau dikira terlibat, makanya dana setoran dari wisata dialihkan penguasaannya kepada karang taruna. Dengan tujuan agar kades AG tidak bisa lagi meminta uang tersebut seenaknya sendiri. Dan dirinya sering mengingatkan kepada kades agar menghentikan perbuatanya, namun hal itu tidak diindahkan sama sekali.
“Ya pak kades memang menggunakan angaran dari DD dan bumdes dengan alasan yang tidak jelas. Serta tidak ada pertanggung jawabannya, kami malah takut dikira bekerjasama dengannya. Sudah saya ingatkan berkali-kali aga



