Senin, Januari 5, 2026
BerandaFOKUS BERITA JABARSumedangPublik Pertanyakan Pemasangan Paving Blok Di SDN Jayasari Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang

Publik Pertanyakan Pemasangan Paving Blok Di SDN Jayasari Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang

Publik Pertanyakan Pemasangan Paving Blok di SDN Jayasari Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang

Sumedang FBI.www.tabloidfbi.com –  –Jumat 3/1/2026 Publik mempertanyakan transparansi dan pemberdayaan warga lokal dalam kegiatan pemasangan paving blok di SDN Jayasari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. Proyek yang didanai dari Dana BOS tersebut menuai sorotan setelah adanya keluhan dari warga sekitar sekolah.
Salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya (inisial W) menyampaikan kepada jurnalis Tabloid Fokus Berita Indonesia (FBI) cetak & online, bahwa selama ini setiap ada kegiatan rehabilitasi atau pekerjaan fisik di SDN Jayasari, pihak sekolah — khususnya di masa kepala sekolah lama — selalu memberdayakan warga sekitar.
“Dulu setiap ada kegiatan rehab atau pekerjaan sekolah, kami yang selalu diperintah mengerjakan. Kami juga sering bantu bersihkan lingkungan sekolah, termasuk selokan. Tapi sekarang, sejak kepala sekolah baru, kami sama sekali tidak dilibatkan,” ujar W kepada jurnalis FBI.
W menilai, seharusnya pihak sekolah tetap mengedepankan pemberdayaan masyarakat sekitar, bukan justru menggunakan tenaga kerja dari luar wilayah, apalagi yang jaraknya cukup jauh dari lingkungan sekolah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pekerjaan pemasangan paving blok tersebut memiliki luas sekitar 4 meter dan panjang 14 meter. Saat dikonfirmasi, Kepala SDN Jayasari, Yuyun, membenarkan adanya pekerjaan tersebut dan menyampaikan bahwa anggaran yang digunakan berkisar Rp9 juta, bersumber dari Dana BOS.
Menurut Yuyun, pekerjaan tersebut seharusnya dilaksanakan pada Desember 2025, namun baru dikerjakan pada Jumat, 3 Januari 2026, dengan target penyelesaian selama empat hari kerja.
Namun, saat jurnalis FBI mempertanyakan alasan tidak melibatkan warga sekitar sekolah — yang selama ini biasa digunakan oleh kepala sekolah sebelumnya — Yuyun menyampaikan bahwa jika menggunakan warga sekitar, biaya upah dinilai lebih mahal.
“Kalau pakai warga sekitar, ongkosnya Rp55 ribu per meter. Tapi kalau pakai pekerja saudara saya dari daerah Cikubang, biayanya lebih murah, hanya Rp25 ribu per meter,” ujar Yuyun.
Pernyataan tersebut kembali menimbulkan pertanyaan publik, khususnya terkait potensi konflik kepentingan dalam penggunaan Dana BOS. Saat ditanya lebih lanjut oleh jurnalis FBI mengenai apakah diperbolehkan menggunakan pekerja yang memiliki hubungan keluarga atau kedekatan personal dalam proyek yang didanai Dana BOS, Yuyun menjawab bahwa pekerja tersebut adalah “tetangga”.
Ketika jurnalis FBI menanyakan rincian pembelanjaan dan transparansi penggunaan anggaran Dana BOS dalam proyek pemasangan paving blok tersebut, Yuyun menyampaikan bahwa seluruh detail anggaran diketahui oleh bendahara sekolah.
“Yang tahu rinciannya bendahara. Sekarang yang bersangkutan sedang rapat dan tidak bisa diganggu. Nanti akan kami sampaikan,” jawabnya singkat.
Kondisi ini memicu pertanyaan publik terkait transparansi, akuntabilitas, serta komitmen pemberdayaan masyarakat lokal dalam penggunaan Dana BOS di SDN Jayasari. Publik berharap agar pihak sekolah dan instansi terkait dapat memberikan penjelasan terbuka serta memastikan penggunaan anggaran pendidikan dilakukan sesuai prinsip transparansi, keadilan, dan kepentingan bersama.
Tabloid Fokus Berita Indonesia (FBI) akan terus mengawal dan menelusuri perkembangan persoalan ini guna memastikan tidak adanya penyimpangan dalam pengelolaan Dana BOS di lingkungan pendidikan.

Prnulis / editor :

H.N.Mujianto

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments