Ratusan Jamaah Padati Pengajian Bulanan Desa Cijambu! Abuya KH Ade Nurzaman Ajak Umat Perkuat Iman, Persatuan dan Ukhuwah Islamiyah
CIJAMBU, SUMEDANG FBI.www.tabloidfbi.com — Minggu, 1 November 2026. Semangat syiar Islam dan mempererat tali silaturahmi terus bergema di Desa Cijambu, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. Sekitar 300 jamaah memadati Masjid Jami Ash Sholeh dalam kegiatan pengajian rutin bulanan yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa Cijambu bersama panitia pelaksana.
Kegiatan keagamaan yang dilaksanakan setiap awal bulan tersebut menghadirkan penceramah Abuya KH Ade Nurzaman, MA, pimpinan Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Huda Qiroatut Tahqiq Wassalafiyah, Cimanggung, Kabupaten Sumedang.
Pengajian yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB itu turut dihadiri Plt. Kepala Desa Cijambu, jajaran MUI Desa Cijambu, tokoh agama, tokoh masyarakat, para ibu anggota majelis taklim, kader desa, serta warga masyarakat yang antusias mengikuti kegiatan keagamaan tersebut.

Hadir pula H. N. Mujianto, CEO Media Tabloid Fokus Berita Indonesia (FBI), sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan penguatan silaturahmi antara insan pers, ulama, pemerintah desa, dan masyarakat.
### Pengajian Bulanan Bukan Sekadar Seremonial, tetapi Benteng Moral Masyarakat
Pengajian rutin bulanan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai-nilai keislaman, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus membangun kebersamaan di tengah kehidupan masyarakat.
Di tengah perkembangan zaman dan berbagai tantangan sosial, kegiatan pengajian dinilai memiliki peran strategis sebagai sarana pembinaan akhlak, pendidikan keagamaan, serta mempererat hubungan antara ulama, umara, dan masyarakat.
Ustadz Oesep Sarwat, selaku panitia pelaksana pengajian rutin bulanan yang juga menjabat Ketua DPW LSM LIDIK Jawa Barat, turut berperan dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Keterlibatan berbagai unsur masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan tidak hanya menjadi tanggung jawab para ulama, tetapi membutuhkan dukungan bersama dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh warga.
### Kehadiran Abuya KH Ade Nurzaman Menjadi Daya Tarik Jamaah
Kehadiran Abuya KH Ade Nurzaman, MA, sebagai penceramah menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan pengajian tersebut.
Sosok ulama dan pimpinan pondok pesantren itu hadir memberikan tausiah keagamaan kepada jamaah yang mengikuti pengajian dengan tertib dan khidmat.
Pengajian ini juga menjadi wadah untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap kegiatan keagamaan, serta menanamkan nilai-nilai persaudaraan dan kepedulian sosial.
### CEO Tabloid FBI: Pengajian Rutin Harus Terus Didukung sebagai Penguatan Moral Masyarakat
Kehadiran CEO Tabloid FBI, H. N. Mujianto, menjadi bagian dari dukungan insan pers terhadap kegiatan positif yang diselenggarakan masyarakat.
Menurut pandangan N. Mujianto, kegiatan pengajian rutin seperti ini patut mendapatkan perhatian dan dukungan karena memiliki manfaat besar bagi kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
Pengajian bukan hanya tempat berkumpul dan mendengarkan tausiah, tetapi juga merupakan sarana membangun karakter masyarakat yang berakhlak, menjaga persatuan, dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan.
Media massa sebagai bagian dari kontrol sosial juga memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan ruang pemberitaan terhadap kegiatan keagamaan, pendidikan, dan aktivitas sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
### Sinergi Ulama, Pemerintah Desa dan Masyarakat Harus Terus Diperkuat
Kehadiran Plt. Kepala Desa Cijambu bersama jajaran MUI, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan kader desa menunjukkan pentingnya sinergitas seluruh elemen dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius dan harmonis.
Kegiatan pengajian bulanan diharapkan terus menjadi agenda positif yang berkesinambungan, sekaligus memperkuat hubungan sosial antarwarga Desa Cijambu.
Pengajian yang dihadiri sekitar 300 jamaah tersebut berlangsung tertib, aman, lancar, dan penuh kekhidmatan.
Semangat kebersamaan yang terlihat dalam kegiatan ini menjadi pesan penting bahwa pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan mental, spiritual, dan akhlak masyarakat.
Desa yang kuat bukan hanya desa yang maju pembangunannya, tetapi juga desa yang masyarakatnya menjunjung tinggi nilai agama, persaudaraan, persatuan, dan kepedulian sosial.
Redaksi: Tabloid Fokus Berita Indonesia (FBI) Aktual • Akurat • Terpercaya PT Media Dhafa Grup.
Editor : N.Mujianto





