Kabupaten Ciamis,- Www.tabloidfbi.com,- SMPN 1 Cisaga Kabupaten Ciamis, menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa atau LDKS, program ini merupakan kegiatan wajib di sekolah, kegiatan yang diperuntukan bagi calon pengurus OSIS, MPK, Pramuka, Rohis maupun Ekskul.
Kepala Sekolah SMPN 1 Cisaga H. Ujang Solihat Muslih mengatakan, LDKS ini merupakan kegiatan untuk melatih mental jadi pemimpin, tidak sekedar menjadi seorang ketua, tapi melatih tanggung jawab, disiplin, kerjasama. Jum’at 9/10/2026
“Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 9-10 Oktober 2026 di kampus sekolah SMPN 1 Cisaga,” ujarnya.
Ujang menambahkan, melalui LDKS ini kita mencari dan berupaya untuk mencetak bibit calon pemimpin OSIS tahun depan, membentuk karakter agar tidak manja, lebih disiplin dan berani.
“Tidak hanya itu saja, melalui LDKS ini bisa membangun kebersamaan, agar pengurus lama dan baru bisa kompak, serta memiliki sikap yang siap berorganisasi yang mengerti bagaimana cara rapat, bikin program dan tanggung jawab,” jelasnya.
Ujang mengungkapkan, melalui LDKS ini anak-anak diharapkan bisa lebih PD dan berani berbicara, melalui pelatihan menjadi MC, presentasi dan debat, siswa siswi juga lebih disiplin dan tahan banting, dengan kegiatan baris-berbaris.
“Dengan LDKS, mereka juga bisa mendapatkan teman baru, kenal dengan kakak kelas, alumni dan guru pembina, bahkan menjadi nilai plus saat anak-anak membuat SKCK, CV, daftar kuliah jalur prestasi organisasi serta belajar leadership secara nyata tidak sekedar teori, tapi dengan praktek memimpin tim,” jelasnya.
Ujang menerangkan, banyak materi yang disampaikan dalam kegiatan LDKS, dari mulai materi wajib/dasar yang meliputi, kepemimpinan (Leadership), seperti Tipe-tipe pemimpin dan bagaimana cara memimpin yang baik.
“Keorganisasian juga menjadi materi dasar bagi para siswa siswi peserta LDKS dengan mengetahui struktur OSIS, AD/ART, dan cara membuat proker atau program kerja, kedisiplinan dan bela negara atau wawasan kebangsaan, public speaking bagaimana cara berbicara di depan umum serta manajemen Konflik, sehingga siswa mengetahui cara mengatasi perselisihan pendapat dalam berorganisasi,” paparnya.
“Tidak hanya itu, para peserta juga diberi materi mental dan fisik dengan materi PBB (Peraturan Baris Berbaris) agar anak-anak lebih disiplin, Outbound atau games kepemimpinan dengan memberikanya program berupa permainan kerjasama tim, serta problem solving dengan diberi kesempatan untuk mecahkan masalah secara bersama-sama,” imbuhnya.
“Terakhir anak-anak diberi materi agama untuk membentuk dan penguatan karakter, yang meliputi dinamika kelompok, etika dan akhlak seorang pemimpin, serta motivasi dan inspirasi yang disampaikan oleh alumni sukses atau oleh kepala sekolah, maka dari itu, harus difahami oleh semua pihak bahwa LDKS itu bukan ospek yang ngebully, tetapi menjadi tempat belajar bagi para peserta untuk menjadi seorang pemimpin,” pungkasnya.( taufik )



