Kamis, April 9, 2026
BerandaFOKUS BERITA JABARSumedangLSM LIDIK Sumedang Terus Kawal Kasus Seragam SMAN Tanjungsari , Kepsek Diduga...

LSM LIDIK Sumedang Terus Kawal Kasus Seragam SMAN Tanjungsari , Kepsek Diduga Lakukan Intervensi Kepada Wartawan

LSM LIDIK Sumedang Terus Kawal Kasus Seragam SMAN Tanjungsari, Kepsek Diduga Lakukan Intervensi terhadap Wartawan

Sumedang – Fokus Berita Indonesia (FBI)  – www.tabloidfbi.com – Senin , 4 / 8 / 2025 
Ketua DPC LSM LIDIK Sumedang, Oesep Sarwat, telah melayangkan surat resmi ke berbagai pihak—KCD Wilayah VIII Bandung, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, hingga Gubernur Jawa Barat—pada Senin, 4 Agustus 2025. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas dugaan praktik jual beli seragam batik, baju olahraga, dan atribut lainnya di SMAN Tanjungsari sejak tahun 2022 hingga 2024, yang diduga sebagai bagian dari “bisnis tahunan” sekolah.

Namun, polemik kini semakin memanas setelah muncul dugaan tindakan yang mengarah pada intimidasi terhadap wartawan media Fokus Berita Indonesia (FBI). Melalui pesan singkatnya, Kepala SMAN Tanjungsari, Chairudin, menyampaikan permintaan maaf kepada pihak media karena telah mengutus salah satu guru berinisial “J” untuk menemui wartawan FBI guna memberikan klarifikasi.

Sayangnya, tindakan ini justru memunculkan kecurigaan dan rasa keberatan dari pihak wartawan. Pasalnya, guru “J” yang dikirim bukanlah pihak yang berkaitan langsung dengan dugaan penjualan seragam di koperasi sekolah atau bagian kesiswaan, melainkan guru yang pernah dilaporkan oleh wartawan FBI ke Dinas Pendidikan pada waktu sebelumnya.

“Ini bisa kami tafsirkan sebagai upaya adu domba atau bahkan intimidasi secara halus terhadap jurnalis,” ungkap salah satu wartawan FBI yang tidak ingin disebutkan namanya.

Lebih jauh, dugaan intervensi makin diperkuat oleh pernyataan yang diduga disampaikan langsung oleh Chairudin kepada guru berinisial “J”, yakni larangan agar tidak berteman atau berhubungan dengan wartawan. Pernyataan seperti ini menuai pertanyaan besar dari publik: ada apa sebenarnya yang ingin disembunyikan?

Oesep Sarwat menanggapi bahwa segala bentuk tekanan terhadap jurnalis adalah bentuk pelecehan terhadap kebebasan pers. Ia meminta agar institusi pendidikan tetap bersikap terbuka, profesional, dan tidak bermain-main dengan praktik-praktik yang mencederai nilai demokrasi.

“Jika memang tidak ada pelanggaran, seharusnya tidak perlu takut terhadap kontrol publik dan wartawan. Kami akan terus mengawal, tidak hanya soal seragam, tapi juga indikasi intervensi terhadap media,” tegas Oesep.

LSM LIDIK juga menyerukan agar Aparat Penegak Hukum dan Ombudsman ikut turun tangan menilai apakah tindakan pihak sekolah sudah sesuai prinsip keterbukaan dan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat, termasuk wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya. ( N.Mujianto )

 

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments