Kabupaten Ciamis,- Www.tabloidfbi.com,- Menjadi seorang guru atau pendidik merupakan pekerjaan yang sangat mulia, dimana disamping seorang pendidik, guru juga menjadi fasilitator, motivator dan penilai.
Guru menjadi garda terdepan yang memiliki peran sangat vital dalam pembangunan masyarakat dan negara melalui pendidikan yang berkualitas sehingga menciptakan generasi emas dimasa yang akan datang, tidak hanya dalam segi ilmu pengetahuan saja, tetapi guru juga berperan dalam segi pemebantukan karakter dan pendalaman ilmu keagamaan.
Seorang guru pendidik asal Ciamis yang sekarang menjabat sebagai kepala sekolah SMPN 1 Cidolog Sukendi mengatakan, puluhan tahun saya berkecimpung didunia pendidikan kabupaten Ciamis, banyak sekali suka dan duka namun kebanggaan yang paling indah tiada lain melihat anak didik meraih kesuksesan. Selasa 25/11/2025
“Kesuksesan itu bukan diukur dari materi, tetapi kebahahgiaan seorang guru ketika melihat anak didiknya memiliki ilmu pengetahuan yang luas, karakter yang baik dan taat beragama,” ucapnya.
Uken menambahkan, menjadi guru sekarang bak 2 mata pisau, dimana ketika salah sedikit saja akibatnya sangat berbahaya, entah itu untuk gurunya, siswa maupun instansi dunia pendidikan, sehingga harus benar-benar mengikuti aturan yang berlaku.
“Saat ini tidak hanya aturan dalam penggunaan anggaran negara saja yang perlu diperhatikan, tetapi cara mendidik siswa siswi juga ada aturan yang harus kita fahami agar tidak menimbulkan preseden buruk bagi insan pendidikan,” ujarnya.
“Menjadi seorang tenaga pendidik atau guru jelas tugas dan amanah selalu menjadi yang utama, tetapi kadang semua seakan terasa sia-sia ketika sesuatu hal yang terjadi dalam proses belajar mengajar, bahkan hal yang dahulu diangap biasa bisa menjadi masalah luar biasa ketika salah dalam penafsirannya,” paparnya.
Perlu diketahui bersama, saat ini banyak aturan yang mengatur dalam hal proses belajar mengajar, kadang guru bingung dan serba salah dalam menangani siswa yang bermasalah, tegas bisa dianggap keras, dan keras bisa dianggap kasar, padahal untuk pemebentukan karakter yang baik sikap tegas perlu dilakukan agar anak-anak memiliki mental yang kuat.
“Namun kenyataan nya dalam proses belajar mengajar sangat berbeda dan tidak semudah membalikan telapak tangan, sebab seorang guru harus bisa mengayomi ratusan bahkan ribuan siswa dan siswi yang berbeda karakter, dan beda cara penanganannya,” jelasnya.
“Di moment hari guru ini, untuk seluruh guru yang ada di Indonesia untuk sabar dan tetap selalu bekerja keras untuk mencetak generasi emas dimasa yang akan datang, jangan hawatir dengan segala keikhlasan dan kerendahan hati kita dalam mengajar tidak hanya duniawi saja tetapi kita bisa senantiasa beramal sholeh,” tukasnya. ( taufik )


