HUT PGRI ke-80, Bupati Sumedang Serukan Perlindungan Hukum untuk Guru: “Stop Kriminalisasi!”
SUMEDANG — Fokus Berita Indonesia (FBI), Cetak & Online | Kamis, 27 November 2025
Peringatan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-80 di Kabupaten Sumedang berlangsung khidmat dan penuh makna. Upacara resmi digelar di Lapangan Desa Pajagan, Kecamatan Cisitu, dengan Bupati Sumedang H. Ahmad Munir bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Acara peringatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Eka Ganjar, jajaran Pengurus PGRI Kabupaten Sumedang, serta unsur Forkopimcam Kecamatan Cisitu.
Dalam sambutannya, Bupati Ahmad Munir menyampaikan ucapan selamat serta apresiasi kepada seluruh guru yang telah mengabdikan diri untuk mencerdaskan generasi bangsa.
“Selamat Hari Guru bagi seluruh tenaga pendidik. Tanpa guru, tidak ada generasi penerus bangsa yang cerdas dan berkarakter,” ujar Bupati.
Bupati Soroti Fenomena Kriminalisasi Guru
Dalam momentum tersebut, Bupati juga menyampaikan keprihatinan mendalam terkait maraknya kasus kriminalisasi guru dalam beberapa tahun terakhir. Banyak orang tua murid disebut terlalu cepat mengambil langkah hukum tanpa melalui jalur mediasi atau mekanisme sekolah.
“Belakangan ini ada kecenderungan guru dikriminalisasikan atas tuduhan kekerasan terhadap murid, meski konteksnya adalah pembinaan. Ini memprihatinkan,” ujar Bupati dalam pidatonya.
Beliau menegaskan bahwa guru tidak boleh dibiarkan bekerja dalam tekanan dan rasa takut ketika memberikan pembinaan atau penegakan disiplin sesuai aturan pendidikan.
PGRI Dorong Undang-Undang Perlindungan Guru
Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, organisasi profesi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menegaskan dukungan terhadap usulan Undang-Undang Perlindungan Guru, yang saat ini sedang didorong ke DPR RI.
Bupati pun mendukung penuh langkah tersebut.
“Dengan adanya Undang-Undang Perlindungan Guru, ke depan tidak boleh lagi ada kriminalisasi terhadap guru yang sedang menjalankan tugas profesinya,” tegasnya.
Momentum peringatan Hari Guru ini diharapkan bukan hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi juga menjadi awal penguatan martabat guru sebagai pilar utama pendidikan nasional.
Acara berjalan lancar dan ditutup dengan sesi ramah tamah serta apresiasi kepada perwakilan guru berprestasi.
Redaksi: Soleman
Media: Fokus Berita Indonesia — FBI
Cetak & Online



