Oknum Kepala Sekolah Berinisial A Diduga Melakukan Percobaan Pemerasan Terhadap SMK Pelita Al Ikhsan Ujungjaya Sumedang.
Sumedang FBI 2024
www.tabloidfbi.com – Bantuan Pembangunan atau bantuan dari Pemerintah sangat di dambakan semua Sekolah,Program SMK Pusat keunggulan ( PK) wujud nyata dari upaya transpormasi pendidikan Vokasi yang dilakukan oleh Kementrian Pendidikan Kebudayaan,Riset dan Teknologi ( Kemendikbud ).
Program yang telah dilaksanak sejak tahun 2021 tersebut akan diteruskan sampai tahun 2024,melalui sebuah chanel You Tube nya Direktorat SMK (01-12-2023 ) ,Dirjen Pendidikan Voakaai ,Kiki Yuliati,menyampaikan bahwa inti dari tujuan pelaksanaan Program PK bertujuan intuk menggandeng seluruh elemen masyarakat,terutama mitra industri dan dunia kerja.
Tapi sungguh disayangkan,dengan Program yang begitu bagus masih ada oknum yang bermain,
Yang lebih aneh lagi dugaan pemerasan dilakukan oknum Kepala Sekolah berinisial A yang notabene Kepala Sekolah. BK terhadap Sekolah Menengah Kejuruan Pelita Al Ikhsan Kecamatan Ujungjaya Kabupaten Sumedang.
Hal itu terendus saat A yang merupakan Kepala Sekolah sekolah swasta Babul Kamil, diduga berusaha melakukan pemerasan terhadap Sekolah Pelita Al Ikhsan Ujungjaya, Sumedang.
Awalnya, Sekolah Pelita Al Ikhsan Ujungjaya Sumedang mendapatkan bantuan dana dari program PK Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud ristek) tahun 2024.
Wakil Ketua Yayasan Pelita Al Ikhsan dengan inisial I, saat dihubungi melalui telepon menyebutkan .
“Uang yang diminta oknum Kepsek itu sebesar Rp 50 juta,dengan rincian Rp 20 juta akan dibayarkan kontan sedangkan yang sisanya sebesar Rp 30 juta nantinya dibayar via transfer, dalih dalih biaya pengusungan dan pengawalan program PK tersebut, sampai cair,” ujarnya.
Padahal, oknum Kepsek itu juga tercatat sebagai Humas (FKKSS ) SMK Swasta Kabupaten Sumedang dan akan mencalonkan diri sebagai ketua FKKSS di kabupaten Sumedang ,oleh karena itu,
Hingga saat ini, tercatat sudah 4 kali LSM LIDIK Sumedang melakukan investigasi terkait peristiwa dugaan percobaan pemerasan itu.
“Sementara ini, baru diperoleh keterangan langsung dari mantan Kepala Sekolah yang sudah mengundurkan diri serta keterangan dari Pihak Yayasan yang saat itu dihadiri oleh berinisial A dan I” kata Ketua DPC LSM LIDIK.” Ketika dikonfirmasi langsung kepada oknum Kepsek BK yaitu saudara A di caffe strong Tanjungsari menyanggah pernyataan yang diterangkan oleh pihak yayasan Pelita Al Ikhsan oleh saudara ” I ” , bahwa saya ” A ” tidak pernah meminta sejumlah uang kepada pihak Yayasan sepeserpun.apalagi sampai sebesar 50 juta katanya.bahkan ” A ” menyampaikan saya membantu Smk pelita ujungjaya iklas dan rela walau gak dikasih apapun.walau menurutnya sudah susah payah dan capek dalam memperjuangkan SMK Pelita sampai mendapatkan bantuan” tegasnya ” masih menurut ” A ” bahwa kasihan sekolah SMK Pelita itu kepseknya yang menjabat juga di sekolah SMPN Tomo selalu mendapatkan teror diduga dilakukan oleh oknum yang modusnya bahwa oknum ” H ” adalah orang yang berjasa memperjuangkan sehingga bantuan pembangunan tersebut turun ke SMK Pelita ujungjaya.dan ketika di tanya oleh lembaga LSM LIDIK siapa inisial H tersebut , dijelaskan oleh ” A ” bahwa yang bersangkutan adalah Hendrik asal dari kalimantan yang mana menurutnya sebagai salah satu orang yang mengaku sebagai yang membantu sampai dana pembangunan SMK Pelita cair .
Dan, lanjut Oesep, saya tinggal menunggu hasil bukti dugaan pemerasan tersebut.makanya Lsm lidik sudah kirim surat permohonan audensi ke DPRD sumedang karena lokasi sekolah masuk di kabupaten sumedang . Pihaknya dari LSM LIDIK juga mengirim surat ke KCD 8 wilayah bandung raya sumedang agar duduk permasalahan menjadi terang benderang . oesep juga menyampaikan bahwa nanti Setelah semuanya cukup bukti , maka kami LSM LIDIK akan segera mengadukan hal itu kepada pihak yang berwajib yaitu APH terkait Ihwal dugaan Pemerasan tersebut, agar semua masalahnya nanti menjadi jelas .
“Surat pengaduan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) sedang dipersiapkan, dalam waktu dekat kami langsung membuat aduhan.setelah adanya audensi didinas KCD wilayah 8 bandung raya sumedang”oesep juga menyampaikan bahwa sebagai lembaga kontrol sosial pihaknya meminta kepada APH untuk mengawal , mengusut dugaan adanya indikasi penyelewengan anggaran pembangunan di SMK Pelita yang diduga dalam pengerjaan proyek diduga asal – asalan dengan tidak memeperhatikan RAB proyek .dimana anggara APD dan lainnya saat pembuatan SPJ harus jelas ” tandasnya.** ( red / oesep )





