Kabupaten Ciamis,- Www.tabloidfbi.com,- Lebaran dikenal sebagai Hari Raya Idul Fitri, dimana lebaran merupakan hari raya umat Islam yang dirayakan setelah selesai menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan.
Tokoh pemuda asal Ciamis Jajang Jamaludin mengatakan, ada budaya wajib yang mesti dipenuhi di hari lebaran, baju baru, nyekar,m silaturahim dan makanannya yang khas ketupat dan Opor. Senin 32/3/2025
“Banyak yang menjadi ciri khas lebaran seperti, Umat Islam melakukan salat Idul Fitri di masjid atau lapangan terbuka, Tradisi pulang ke kampung halaman untuk berkumpul dengan keluarga dan kerabat yang biasa disebut Mudik,” ujarnya.
Jajang menambahkan, memberikan zakat fitrah kepada orang-orang yang membutuhkan menjadi kewajiban yang harus dilakukan sebelum lebaran dan menjadi salah satu ciri khas lebaran idul fitri.
“Silaturahmi atau mengunjungi sanak saudara, tetangga, dan teman-teman untuk mempererat hubungan tali persaudaraan juga menjadi bagian dari ciri khas di hari lebaran,” ucapnya.
Dikatakan Jajang, entah dari mana dan siapa yang memulainya, ketupat, opor ayam, dan kue-kue tradisional menjadi menu wajib yang harus dihidangkan dan dinikmati bersama keluarga dan kerabat saat lebaran dan telah menjadi menu ciri khas lebaran.
“Kalau tidak makan ketupat sama Opor hari lebaran terasa hambar, tetapi ngga ada yang menjadi ciri khas untuk menu minuman nya,” imbuhnya.
“Tetapi yang menjadi perhatian khusus dari beberapa ciri khas lebaran itu pakaian baru, dimana mengenakan pakaian baru sebagai simbol kesucian dan kebahagiaan di hari lebaran seolah menjadi fardhu untuk kita, ngga tau siapa yang memulainya,” ungkapnya.
Ada ciri khas lebaran lain yang biasa dinikamati Oleh semua orang secara bersamaan yaitu menikmati hiburan di hari lebaran, seperti pertunjukan musik, tarian, permainan tradisional dan menikmati dan mengunjungi wisata hiburan seperti water park, pegunungan dan pantai.
Asal Usul Dan Sejarah Lebaran Menurut Aspek Spiritual
Asal Usul Lebaran berasal dari kata “Lebar” yang berarti melepaskan atau membuka, ini merujuk pada melepaskan diri dari dosa-dosa dan membuka diri untuk memulai hidup yang baru.
“Lebaran dirayakan sebagai perintah Allah SWT untuk umat Islam setelah menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan penuh, dan ini merupakan tradisi Nabi Muhammad SAW, dimana beliau memulai tradisi Lebaran dengan melakukan salat Idul Fitri dan memberikan zakat fitrah kepada orang-orang yang membutuhkan,” paparnya.
“Dan saat ini, Lebaran telah berkembang menjadi tradisi yang kaya dan beragam di seluruh dunia, dengan ciri khas dan keunikannya masing-masing, dengan demikian, Lebaran adalah hari raya yang penting bagi umat Islam, yang menandai akhir dari bulan Ramadan dan awal dari hidup yang baru,” tukasnya. ( taofik )




