Jumat, November 6, 2026
BerandaFOKUS BERITA JABARSumedangN. Mujianto Ingatkan Pemilihan Ketua PWI Sumedang: Jangan Kotori Suara Wartawan dengan...

N. Mujianto Ingatkan Pemilihan Ketua PWI Sumedang: Jangan Kotori Suara Wartawan dengan Politik Uang dan Kepentingan Kekuasaan!

N. Mujianto Ingatkan Pemilihan Ketua PWI Sumedang: Jangan Kotori Suara Wartawan dengan Politik Uang dan Kepentingan Kekuasaan!

SUMEDANG, TABLOID FBI — Menjelang Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumedang yang dijadwalkan berlangsung pada 23 November 2026, perhatian insan pers mulai tertuju pada persaingan dua bakal calon ketua untuk periode 2026–2029.

N. Mujianto, CEO PT Dhafa Noval Bhayangkara,bergerak dibidang perusahaan pers antara lain media tabloid fokus berita indonesia( FBI)” cetak dan online “, Media cyber fokus berita indonesia ( MCFBI), media cyber jurnal ampuh 292 .com , SKU.www.suara-lidik.com -. menyampaikan pernyataan sikap tegas bahwa proses pemilihan Ketua PWI Kabupaten Sumedang harus berlangsung secara jujur, adil (jurdil), demokratis, transparan, dan bebas dari praktik politik uang (money politics) maupun intervensi kepentingan politik.

Menurutnya, organisasi profesi wartawan harus menjaga independensi dan tidak boleh menjadi alat kepentingan kelompok tertentu, terlebih apabila kepemimpinan yang terpilih nantinya dibebani kepentingan balas jasa politik.

“Kami akan ikut mengawal proses pemilihan Ketua PWI Kabupaten Sumedang agar berjalan jujur, adil, demokratis, dan bermartabat. Jangan sampai organisasi wartawan yang seharusnya menjadi benteng independensi pers justru tersandera kepentingan politik maupun praktik politik uang,” tegas N. Mujianto, Jumat (6/11/2026).

Dua Kandidat Bersaing, 20 Suara Jadi Penentu

Berdasarkan informasi yang disampaikan panitia konferensi, dua nama telah mendaftar dan dinyatakan memenuhi persyaratan pencalonan hingga Kamis (5/11/2026).

Keduanya adalah Adang Jukardi, Pemimpin Redaksi Pikiran Rakyat Sumedang Raya.com, dan Azis Abdullah, Pemimpin Redaksi Kapol.id.

PWI Kabupaten Sumedang tercatat memiliki 32 anggota. Namun, berdasarkan keterangan panitia, hanya 20 anggota yang mempunyai hak suara dalam pemilihan ketua periode 2026–2029.

Sekretaris Panitia Konferensi PWI Kabupaten Sumedang, Iwan Kuntjoro, sebelumnya menyampaikan bahwa pendaftaran bakal calon ketua ditutup pada Jumat (6/11/2026) pukul 09.00 WIB.

Sementara itu, Maman Koswara yang sebelumnya telah mengambil formulir pendaftaran belum diketahui kepastian kelanjutan pencalonannya berdasarkan informasi hingga Kamis malam.

Di tengah dinamika tersebut, muncul berbagai spekulasi mengenai peta dukungan masing-masing kandidat. Namun, seluruh prediksi dan rumor tersebut tetap harus dibuktikan melalui mekanisme pemilihan yang sah.

N. Mujianto: Jangan Sampai Ada Utang Budi Politik!

N. Mujianto mengingatkan bahwa pemilihan Ketua PWI bukan sekadar perebutan jabatan organisasi, melainkan pertaruhan kepercayaan dan kehormatan profesi wartawan di Kabupaten Sumedang.

Ia menegaskan bahwa siapa pun yang nantinya memperoleh mandat anggota harus mampu memimpin secara profesional, independen, dan tidak diskriminatif.

“Siapa pun yang terpilih menjadi Ketua PWI Sumedang harus benar-benar menjalankan amanah organisasi. Jangan sampai setelah terpilih justru muncul kewajiban balas budi kepada pihak tertentu karena dukungan politik, materi, atau kepentingan lainnya,” ujarnya.

Menurut Mujianto, independensi organisasi pers merupakan prinsip yang tidak boleh dikompromikan. Kepemimpinan organisasi wartawan harus berpihak pada profesionalisme, kode etik jurnalistik, dan kepentingan anggota, bukan pada kekuasaan atau kepentingan pribadi.

Ia juga mengingatkan agar seluruh pihak menjaga proses pemilihan dari praktik yang dapat mencederai kepercayaan publik terhadap organisasi profesi wartawan.

Ketua PWI Terpilih Harus Merangkul Seluruh Insan Pers, Bukan Membangun Sekat!

Lebih lanjut, N. Mujianto berharap Ketua PWI Kabupaten Sumedang terpilih tidak hanya memperhatikan kepentingan internal organisasi, tetapi juga mampu membangun komunikasi, sinergi, dan hubungan profesional dengan seluruh unsur pers di Kabupaten Sumedang.

Menurutnya, perbedaan organisasi, perusahaan media, maupun latar belakang wartawan tidak boleh dijadikan alasan untuk menciptakan diskriminasi dalam hubungan antarsesama insan pers.

“Jangan sampai setelah terpilih menjadi ketua, organisasi justru membangun sekat antarsesama wartawan. Rangkul seluruh unsur pers di Kabupaten Sumedang. Jangan ada diskriminasi, jangan ada kelompok yang merasa paling berhak, dan jangan jadikan organisasi sebagai alat kepentingan segelintir orang,” tegasnya.

Mujianto menilai, soliditas dan profesionalisme insan pers merupakan modal penting dalam menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta pelayanan publik.

Ia berharap kepemimpinan PWI mendatang dapat memperkuat pendidikan jurnalistik, kepatuhan terhadap kode etik, perlindungan profesi, dan hubungan yang sehat dengan organisasi pers lainnya.

Dukung Sportivitas Adang Jukardi dan Azis Abdullah

Terkait persaingan dua bakal calon yang telah memenuhi persyaratan, N. Mujianto menegaskan bahwa pihaknya menghormati keduanya dan mendukung proses kompetisi yang sehat.

Ia meminta seluruh kandidat beserta pendukungnya mengedepankan sportivitas, etika organisasi, dan penghormatan terhadap hak suara anggota.

“Kami mendukung sportivitas kedua kandidat, Adang Jukardi dan Azis Abdullah. Silakan berkompetisi secara sehat, tunjukkan gagasan dan program terbaik untuk kemajuan organisasi. Jangan saling menjatuhkan, jangan menghalalkan segala cara, dan jangan sampai ada praktik politik uang,” ungkapnya.

Ia juga berharap panitia konferensi menjalankan seluruh tahapan secara terbuka, objektif, dan sesuai ketentuan organisasi sehingga hasil pemilihan dapat diterima seluruh pihak.

PWI Harus Independen, Bukan Alat Kepentingan Kekuasaan

Sebagai bagian dari masyarakat pers, N. Mujianto menegaskan komitmennya untuk ikut mengawasi jalannya proses pemilihan melalui mekanisme yang sah dan menghormati kewenangan panitia.

Ia mengingatkan bahwa organisasi wartawan mempunyai tanggung jawab moral untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap profesi jurnalistik.

“Pers adalah pilar demokrasi dan memiliki fungsi kontrol sosial. Bagaimana wartawan bisa menjalankan fungsi pengawasan secara independen apabila organisasi profesinya sendiri terikat kepentingan politik atau utang budi kepada pihak tertentu?” pertanyanya.

Menurutnya, pemilihan Ketua PWI Sumedang harus menjadi contoh demokrasi organisasi yang bersih dan bermartabat.

“Kami tidak mempersoalkan siapa yang menang atau kalah. Yang terpenting adalah prosesnya harus bersih, jujur, adil, dan bebas politik uang. Siapa pun yang terpilih harus mampu menjaga marwah organisasi serta merangkul seluruh insan pers tanpa diskriminasi,” pungkas N. Mujianto.

Konferensi PWI Kabupaten Sumedang pada 23 November 2026 mendatang diharapkan menjadi momentum memperkuat persatuan, independensi, dan profesionalisme wartawan.

Hingga rilis ini disusun, tidak terdapat bukti yang disampaikan mengenai adanya praktik politik uang atau intervensi politik dalam proses pencalonan. Pernyataan N. Mujianto merupakan seruan pencegahan dan pengawasan agar proses pemilihan berlangsung sesuai aturan.

Media tabloid FBI selalu buka hak jawab hak klarifikasi kepada pihak yang nama tercantum dalam pemberitaan agar ada keberimbangan berita sesuai undang undang nomor 40 tahun 1999

Editor : N.Mujianto

Redaksi: Tabloid Fokus Berita Indonesia (FBI)

Aktual • Akurat • Terpercaya

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments