Tak Sekadar Bantuan, Pemkab Lumajang Siapkan Kepastian Tempat Tinggal bagi Tiga Lansia Bersaudara
Lumajang FBI.www.tabloidfbi.com- ,Memiliki tempat tinggal yang aman merupakan kebutuhan dasar setiap warga. Berangkat dari prinsip tersebut, Pemerintah Kabupaten Lumajang menyiapkan langkah perlindungan sosial bagi tiga lansia bersaudara di Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Lumajang, dengan mengupayakan kepastian tempat tinggal sekaligus memperkuat pemberdayaan agar mereka tetap dapat menjalani kehidupan secara mandiri sesuai kemampuan.
Langkah tersebut disampaikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, saat mengunjungi kediaman ketiga lansia di RT 03 RW 28, Kelurahan Tompokersan, Senin (6/7/2026). Kunjungan dilakukan setelah Bupati menerima informasi mengenai kondisi mereka saat berkeliling wilayah menggunakan sepeda motor.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga menemui seorang anak yatim yang masih menempuh pendidikan dan tinggal bersama keluarganya. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memperkuat perlindungan sosial melalui pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap warga.
“Selama ini kita memfasilitasi anak yatim yang bersedia tinggal di panti asuhan. Namun bagi yang tetap tinggal bersama keluarga, terutama yang masih sekolah, kita bantu kebutuhan pendidikannya,” ujar Bupati.
Perhatian khusus diberikan kepada tiga lansia bersaudara yang selama ini menempati rumah di atas lahan sewa. Meski telah menerima santunan bulanan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), kepastian tempat tinggal dinilai menjadi kebutuhan yang perlu mendapat dukungan agar mereka dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang akan mengupayakan perpanjangan masa sewa lahan tempat tinggal mereka selama tiga tahun melalui koordinasi dengan pemilik lahan.
“Kami berencana menyewa kembali lahan tersebut kepada pemiliknya selama tiga tahun, agar mereka tidak perlu khawatir lagi akan tempat tinggal,” tegas Bupati.
Selain memberikan kepastian tempat tinggal, pemerintah juga menyiapkan langkah pemberdayaan. Melihat ketiga lansia telah terbiasa memelihara ayam, pemerintah berencana memberikan tambahan ternak agar kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan sebagai sumber penghasilan tambahan yang sesuai dengan kemampuan mereka.
Bupati juga menawarkan fasilitas tinggal di panti sosial yang menyediakan tempat tinggal, konsumsi, dan layanan kesehatan. Namun, ketiganya memilih tetap tinggal di lingkungan yang telah menjadi bagian dari kehidupan mereka karena merasa nyaman dengan dukungan masyarakat sekitar.
“Kepedulian warga sekitar menjadi modal utama mereka bertahan. Pak RT, Pak RW, dan tetangga selalu sigap membantu,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lumajang, Indriono Krishna Murti, mengatakan pihaknya akan segera melakukan verifikasi dan pemutakhiran data ketiga lansia dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Apabila memenuhi kriteria yang ditetapkan pemerintah, data tersebut akan diusulkan kepada Kementerian Sosial agar berbagai program perlindungan sosial dapat diterima secara lebih optimal dan tepat sasaran.
Menurutnya, pemutakhiran data menjadi bagian penting untuk memastikan setiap warga memperoleh akses terhadap layanan sosial sesuai kondisi dan ketentuan yang berlaku.
Kunjungan tersebut juga memperlihatkan kuatnya budaya gotong royong di tengah masyarakat. Selama ini, warga sekitar secara sukarela memberikan dukungan dalam kehidupan sehari-hari, sementara ketiga lansia tetap berupaya produktif dengan memelihara ayam sebagai sumber penghasilan tambahan.
Langkah yang ditempuh Pemerintah Kabupaten Lumajang tersebut menegaskan bahwa perlindungan sosial tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi juga diarahkan untuk menghadirkan rasa aman, memperkuat kemandirian, dan memastikan setiap warga memperoleh kesempatan menjalani kehidupan yang lebih layak dengan dukungan keluarga, masyarakat, dan pemerintah. (Den)


