Minggu, April 12, 2026
BerandaFOKUS BERITA JATIMGMPK Soroti Narasumber Ketua Bumdes Sidomulyo, Diduga Plin Plan "Mulut Sengkuni"

GMPK Soroti Narasumber Ketua Bumdes Sidomulyo, Diduga Plin Plan “Mulut Sengkuni”

LUMAJANG – Ramainya media yang seolah-olah perang berita terkait desa sidomulyo kecamatan pronojiwo kabupaten lumajang (Jatim).

Dikarekan mempunyai narasumber yang sama tapi beda keterangan, ini berpotensi adu domba sesama media. Sesuai fakta dilapangan diceritakan secara detail kepada awak media sebelumnya, namun kepada wartawan lain mengelak dan membuat cerita baru untuk mencari pembenaran. Tentunya hal ini sangat disayangkan, karena bisa membingungkan pembaca dan berpotensi memecah belah sesama media.

Sepertinya narasumber ini mempunyai gejala vertigo dan insomania, sehingga mudah lupa dengan apa yang sudah disampaikan. Asal awak media mempunya alat bukti kuat berupa rekaman suara dan video saat konfirmasi, bisa diperkarakan kerana hukum, dengan dugaan memberikan keterangan palsu (bohong). Selasa (4/6/2023).

Seperti pandangan Eko Purwanto devisi humas LSM-GMPK (Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi) Lumajang, menurutnya peristiwa tersebut sangat berbahaya karena berpotensi memecah belahasyarakat dan adu domba sesama awak media.

Dia menyarankan agar awak media yang sudah konfirmasi bisa kompak melaporkan narasumber ke pihak yang berwajib (APH) dengan alat bukti yang dipegang masing-masing. Agar bisa diluruskan dan diklarifikasi ulang, sebab memberikan keterangan palsu ada pasal hukumnya.

“Dilaporkan saja dengan tuduhan memberikan keterangan palsu yang berdampak membuat kegaduhan ditengah masyarakat.” Tuturnya.

Eko juga mencium ada yang berusaha ditutupi oleh ketua bumdes sidomulyo terkait dugaan penyimpangan oleh oknum kadesnya. Kalau tidak ada masalah atau baik-baik saja tentang penyaluran dan penggunaan anggaran, gak mungki memberikan keterangan yang berbelit-belit.

“Menurut saya narasumber mempunyai nyali atau keberanian yang meragukan (setengah-setengah). Awalnya berani membuka semua setelah ramai ketakutan sendiri dan memutarbalikan fakta.” Sambungnya.

Masih menurut Eko, kalau dalam cerita pewayangan orang seperti itu bisa digambarkan seperti sosok “Sengkuni”. Yang pintar adu domba dan bersikap provokatif, tidak mempunyai prinsip dan pendirian yang kokoh. Dia menyarankan agar teman-teman media jangan mudah terprokator dan midah diadu domba. Karena narasi dalam berita masing-masing bisa menggiring opini publik dan rentan terjadi kegaduhan.

“Teman-teman media jangan mudah terprokoasi dan mudah diadu domba, agar tidak terjadi perang berita yang berdampak membingungkan publik. Disebabkan oleh keterangan dari narasumber sengkuni, yang istilah dalam peperangan Belanda menang ikut belanda kalau jepang menang ikut jepang.”Pungkasnya. (Den)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments