Sumedang FBI , www.tabloidfbi.com – Rabu ( 3 juli 2024 ) DPC LSM LIDIK Kabupaten sumedang gruduk SMAN Tanjungsari kecamatan tanjungsari kabupaten sumedang , melakukan kegiatan audensi ke SMAN Tanjungsari setelah menerima surat audensi dari SMAN Tanjungsari .
Puluhan anggota LSM LIDIK dan puluhan wartawan dari media tabloid FBI ( fokus berita indonesia ) ” cetak & online ” hadir dalam acara audensi menindaklanjuti surat audensi dari SMAN Tanjungsari . Acara audensi yang dihadiri oleh puluhan anggota LSM LIDIK kabupaten sumedang awalnya berjalan dengan tertib dan damai saat puluhan anggota LSM Lidik bersama Puluhan wartawan tabloid FBI memasuki halaman sekolah SMAN Tanjungsari. Namun saat puluhan anggota LSM LIDK memasuki ruang sekolah dan disuruh menunggu ditempat ruang tunggu tamu yang tidak memadai dimasukin anggota LSM LIDIK. Mulai menimbulkan tandatanya yang negatif .apalagi kepsek SMAN Tanjungsari melalui humas sekolah SMAN Tanjungsari menyampaikan bahwa keinginan kepala sekolah hanya perwakilan aksi yang bisa bertemu dengan Kepsek diruangannya. Hal ini yang langsung dipertanyakan oleh H.N.MUJIANTO selaku ketua 2 DPP LSM LIDIK juga selaku pendiri LSM LIDIK .
lanjutnya kenapa hanya perwakilan 3 orang yang bisa bertemu dengan kepsek..ingat ini acara audensi bukan acara ngopi sama kepsek..disurat jelas acara audensi yang tampa ada batasan jumlah peserta audensi dan ini ada apa pihak kepsek minta perwakian saja dari LSM LIDIK untuk bertemu..setelah ketua 2 DPP LSM LIDIK yang juga sebagai CEO Tabloid FBI berterial ” Charidin keluar” sebanya 2 kali baru kepsek keluar .padahal sudah jelas atas nama chairudin selaku kepsek SMAN Tanjungsari yang menandatangani surat audensi tampa menulis pembatasan jumah peserta audensi . Berawal dari sambutan yang terkesan arogansi dari pihak sekolah SMAN Tanjungsari juga kepsek membuat suasana jadi kurang bersahabat .seakan ada niat menghalangai peserta audensi baik dari LSM LIDIK juga media tabloid FBI dari stetmen guru dan humas serta kepsek yang dinilai arogansi bicara masalah suku dan ras ..memancing emosi amarah dari LSM LIDIK dan Media tabloid FBI.
.H.N.Mujianto selaku penangungjawab aksi menyampaikan ada apa dengan sekolah SMAN Tanjungsari kecamatan tanjungsari kabupaten sumedang provinsi jawa barat yang setiap tahun dalam melaksanakan PPDB justru selalu ada masalah serius .dan ini selalu berulang ulang. Sehingga banyak peserta didik yang lulus dari sekolah SMP mau masuk ke SMAN Tanjungsari dan yang jelas seharusnya bisa diterima disekolah SMAN Tanjungsari justru tidak diterima . Jalur zonasi yang harusnya bisa dipakai para orangtua untuk menyekolahkan anak karena dekat dan masuk jalur zonasi justru tidak kebalik jalur yang masuk zonasi karena dekat dengan sekolah justru membuat calon peserta didik tidak bisa diterima dan kalah sama jarak rumah yang jauh namun bisa lulus dan diterima sekolah di SMAN Tanjungsari. Apalagi adanya dugaan alamat yang dimanipulasi entah oleh ortu siswa calon peserta didik atau ada dugaan kerjasama dengan panitia agar bisa lulus. Adanya temuan kasus tahab ke 1 jalur zonasi dan jalur KETM EKSTRIM juga KETM ini diduga ada peran serta serta panitia dan pihak dinas pendidikan yang harus mempertangungjawabkan .sebab semua kebijakannya mengakibatkan ada calon peserta didik ke SMAN tanjungsari yang dirugikan baik melalui pendaftaran jalur zonasi dan jalur KETM EKSTRIM . H.N.MUJIANTO koordinator audensi menyampaikan kepada pihak sekolah baik panitia PPDB , OPERATOR , juga kepada KEPSEK SMAN Tanjungsari .namun sangat disayangkan pihak sekolah tidak mau menghadirkan operator dan sampai audensi selesai tidak ada jawaban yang bisa disampaikan oleh pihak panitia PPDB dan pihak KEPSEK . bobroknya sistem dan mental panitia juga netralitas kepsek sangat di pertanyakan. Sebab ini jelas berdampak kepada mental calon peserta didik secara tidak langsung. LSM LIDIK akan mendatangi pihak KCD wilayah 8 bandung untuk meminta audensi dan menghadarkan baik kepsek SMAN tanjungsari sumedang jawa barat serta panitia PPDB .dalam hal ini koordinator aksi juga menyampaikan akan membawa kasus ini kepada dinas pendidikan provinsi jawa barat dan akan melaksanakan audensi ke pj guburner jawabarat yang nantikan melanjutkan laporan semua temuan pelanggaran terkait PPDB dan pengunakan dana BOS di SMAN Tanjungsari yang diduga ada penyalahgunaanya dan tidak tepat sasaran sehingga diduha merugikan uang negara ke kejaksaan tinggi bandung , kepada inspektorat dan kepada saber pungli jawa barat. Akibat adanya audensi sekolah Sman tanjungsari dijaga oleh puluhan aparat keamanan baik dari polsek tanjungsari , koramil tanjungsari juga POL PP wilayah tanjungsari serta hadir beberapa media baik media online dan media lokal diwilayah sumedang .H.N.MUJIANTO kordinator aksi menyampaikan kepada wartawan tabloid FBI juga DPC LSM LIDIK SUMEDANG . Bahwa acara audensi ini belum selesai karena pihak sekolah meminta waktu selama 7 hari untuk menyampaikan jawaban saat uadensi . Maka kita akan kawal kasusnya sampai mendapatkan keadilan hukum yang jelas . Dan kita akan adakan aksi lagi di SMAN tanjungsari terkait penggunaan dan BOS sekolah yang diduga tidak sesuai peruntukannya ..kita juga akan mengawal kasus PPDB sampai tuntas ke KCD wilayah 8 bandung , ke Disdik jabar , ke pj gubernur sampai kepada para APH. permintaan maaf kepsek atas awal masalah stetmen saat LIDIK beserta FBI yang arogan kita kawal terus walau pihaknya sudah menyampaikan kata maaf saat audensi..
pihak DPC LSM LIDIK juga dari MEDIA TABLOID FBI menghadirkan sumber dari salah satu guru di SMAN Tanjungsari juga sebagai tokoh masyarakat desa tanjungsari bapak jajang yang juga menyampaikan temuan dugaan pelanggaran saat penerimaan PPDB pak jajang juga menyampaikan bahwa dalam memberikan pernyataan selaku sumber pihaknya merasa sakit hati kepada salah satu panitia PPDB di SMAN tanjungsari sebab tidak bisa saling menghargai .lanjutnya saya ngajar di SMAN tanjungsari bjsa disebut sebagai senior tapi saya merasa tidak dihargai .



