Pemetaan Desa Kreatif Nanggerang Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka
Majalengka.FBI .wwwtabloidfokusberitaindonesia.com- Belum lama ini Desa Nanggerang Kecamata Leuwimunding adakan acara Pemetan Desa Kreatif Kecamatan Leuwimunding di balai Desa Nanggerang. Hari senin (22/04/2024).
Turut hadir dalam acara tersebut , Dirut Kemenparekraf, Dinas Parbud Propinsi, Dinas Parbud kabupaten, Akademisi, Pengusaha Ekonomi kreatif, Bp Camat, Babinsa, Babinkabtibmas, Bpd, Lpm, Rt/ Rw, Tomas/ Toga, dan ekonomi kreatif tingkat Desa
“Kegiatan ini dapat membantu pemangku kepentingan Desa Nanggerang dalam merumuskan strategi pengembangan dalam merencanakan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa secara mandiri. Pemetaan riil tentang potensi peluang, kendala dan prospek usaha berbasis partisipasi masyarakat diperlukan untuk menqunjang pengembangan desa yang maju dan mandiri.” Ujar Udi Wahyudi selaku Kepala Desa Nanggerang saat pembukaan acara.
Udi menambahkan bahwasannya Pemetaan dilakukan melalui survei kepada kelompok-kelompok masyarakat desa yang menjalankan usaha kreatif di Desa Nanggerang Kecamatan Leuwimunding. Pemetaan potensi lokal desa diperlukan, termasuk peluang pengembangan bisnis dari potensi lokal yang mungkin tidak tampak, namun memiliki prospek bisnis di masa depan.
“Meskipun sifat usaha masih musiman dengan memanfaatkan trend saat ini, tetapi usaha kreatif masyarakat desa ini memiliki potensi untuk dikembangkan di masa mendatang. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat kemitraan ini untuk memetakan usaha-usaha kreatif yang berasal gagasan kreatif masyarakat desa dengan mengidentifikasi peluang usaha, kendala dan permasalahan serta prospek untuk pengembangan usaha ke depan.” Ujar Kepala Dinas Parbud Propinsi saat memberikan arahan acara.
Pemetaan dilakukan melalui survei kepada kelompok-kelompok masyarakat desa yang menjalankan usaha kreatif di Desa Nanggerang Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka. Pemetaan potensi lokal desa diperlukan, termasuk peluang pengembangan bisnis dari potensi lokal yang mungkin tidak tampak, namun memiliki prospek bisnis di masa depan. Hasil kegiatan ini dapat mengidentifikasi peluang, kendala dan prospek usaha kreatif masyarakat desa yang dapat dimanfaatkan dalam membuka peluang baru maupun inisiasi rintisan Kelompok Usaha Bersama untuk memperoleh peluang pendanaan eksternal melalui pengembangan usaha.
(Eli Nursari/Kabiro)



