Sabtu, Februari 7, 2026
BerandaFOKUS BERITA JABARSumedang52 Mahasiswa ITB Jatinangor Ke TPS3R Puskopad , Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan...

52 Mahasiswa ITB Jatinangor Ke TPS3R Puskopad , Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan Di Desa Gunungmanik Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang

52 Mahasiswa ITB Turun ke TPS3R Puskopad, Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan di Gunungmanik

SUMEDANG FBI.www.tabloidfbi.com – Sebanyak 52 mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) Kampus Jatinangor, mahasiswa semester 3 yang akan memasuki semester 4, melaksanakan kegiatan peduli lingkungan di TPS3R KSM Mitra Sehati Puskopad, Desa Gunungmanik, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program Go RIL In Action (GoRILA) 2026 ini dimulai pada Minggu, 1 Februari 2026, sejak pukul 07.30 WIB. Para mahasiswa secara kompak, baik laki-laki maupun perempuan, terjun langsung melakukan pengumpulan sampah, memasukkan sampah ke dalam karung-karung plastik, serta membersihkan area TPS3R.
Tidak hanya itu, mahasiswa ITB juga melakukan pembersihan rumah warga Puskopad yang akan digunakan sebagai tempat tinggal sementara selama kegiatan berlangsung, yang dijadwalkan hingga Kamis, 5 Februari 2026.

Dari pantauan Media Tabloid Fokus Berita Indonesia (FBI) cetak & online, kegiatan berlangsung penuh semangat dan gotong royong meskipun berada di lingkungan TPS3R yang dikenal memiliki bau sampah menyengat dan jarang tersentuh aktivitas mahasiswa.
Ketua TPS3R KSM Mitra Sehati Puskopad, H. N. Mujianto, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada seluruh mahasiswa ITB yang telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap pengelolaan lingkungan, khususnya persoalan sampah.


“Kami bangga dengan semangat para mahasiswa ITB, baik laki-laki maupun perempuan, yang kompak melakukan kegiatan ini. Ini bukan pekerjaan mudah karena TPS3R adalah tempat dengan bau sampah yang menyengat dan jarang dilakukan oleh mahasiswa,” ujarnya.


Menurutnya, bentuk kerja nyata mahasiswa ITB juga terlihat dari bantuan pembuatan tempat pembakaran sampah, yang sangat membantu dalam mengurangi volume sampah di TPS3R Puskopad. Hal ini dinilai sangat penting mengingat biaya pembuangan sampah ke TPA Sumedang mencapai Rp400 ribu sekali tarik, sementara partisipasi iuran warga masih tergolong rendah.
“Iuran hanya Rp15 ribu, namun masih ada warga yang mampu tapi kurang peduli. Di tengah dilema ini, pengurus terus berjuang ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumedang untuk mendapatkan bantuan seperti traktor, bak truk sampah, dan mesin pencacah plastik,” tambahnya.
H. N. Mujianto juga menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu realisasi bantuan dari DLH Sumedang, yang rencananya akan memprioritaskan TPS3R Puskopad pada anggaran perubahan tahun 2026, terlebih setelah adanya kunjungan langsung ke lokasi TPS3R yang berada di atas PTT dan hanya berjarak sekitar 10 meter dari permukiman warga.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Go RIL In Action (GoRILA) 2026, Ananda Satria Herman (NIM 15724043), hadir langsung mendampingi seluruh 52 mahasiswa ITB dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mahasiswa ITB di TPS3R KSM Mitra Sehati Puskopad diharapkan menjadi contoh kolaborasi nyata antara dunia akademik dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Penulis / editor :

H.DHAFA NOVAL B

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments