Jumat, April 10, 2026
BerandaFOKUS BERITA JATIMLumajangPolemik Jembatan Basean Hasil Swadaya Warga Dirusak Kadesnya Diduga Sakit Hati Kepada...

Polemik Jembatan Basean Hasil Swadaya Warga Dirusak Kadesnya Diduga Sakit Hati Kepada Sopir Truk Yang Melintas

Polemik Jembatan Basean Hasil Swadaya Warga Dirusak Kadesnya Diduga Sakit Hati Kepada Sopir Truk Yang Melintas

Lumajang, FBI . www.tabloidfbi.com-warga dusun siluman desa bades kecamatan pasirian kabupaten lumajang (Jatim), menyayangkan perbuatan kades (Sahit).Sekira pukul 22 wib Sahit beserta beberapa perangkat desa melakukan pemutusan tali seling (pengerusakan) jembatan basean. Jembatan yang dengan susah payah dan dari hasil swadaya warga serta bantuan dari para sopir truk yang melintas. Setelah jembatan semi permanen sudah jadi dan bisa diliwati oleh pengguna jalan malah sekarang dirusak sendiri oleh kades bades. Tentunya hal ini menjadikan pertanyaan dari berbagai kalangan atas insiden tersebut. Karna pembangunan jembatan basean dusun siluman atas inisiatif dan swadaya masyarakat bukan dibangun dari dana desa atau pemkab. Sangat naif kenapa bisa terjadi pengrusakan jembatan hasil swadaya warga secara sepihak oleh pemerintah desa  bades. (Selasa 23/4/2024).

Disenyalir adanya unsur sakit hati dan untuk pencitraan, sehingga mengesampingkan rasa keadilan dan faktor keslamatan warga. Karena semua terjadi tanpa ada musyawarah sebelumnya dengan warga, khususnya dengan pemuda dusun siluman yang membenahi jembatan tersebut. Jembatan basean dibangun oleh warga untuk kepentingan dan kebutuhan masyarakat baik bades ataupun desa lain yang bisa memanfaatkan akses tersebut. Seharusnya diadakan musyawarah dengan warga terus dipasang tulisan (Barner) sebagai himbauan dan peringatan kepada pengguna jalan yang nakal. Dampak dari pengerusakan jembatan basean yang sangat dirasakan warga adalah lumpuhnya tranpotasi bagi warga yang mencari nafkah dengan sarana truk. Warga pekerja pasir sangat terdampak karena matinya sandang pangan mereka.

Seperti ungkapan salah satu warga sebut saja inisial mamong (identitas disamarkan demi keslamatan). Dia menyesalkan tindakan kades dan beberapa perangkat desa tersebut. Karena mmenurutnya tindakan tersebut sangat melukai perasaan warga yang telah bersusah payah membenahi jembatan basean. Untuk kenyamanan dan keslamatan para pengguna jalan, namun secara tiba-tiba dirusak oleh kades dan beberapa perangkatnya.
“Kalau tali seling sebagai penaham jembatan dilepas, apabila ada kecelakaan siapa yang akan bertanggung jawab.” Jelasnya.

Hal yang sama disampaikan oleh Viko warga kota Lumajang yang kebetulan melintasi jembatan dengan menggunakan kendaraan roda 4. Menurutnya sangat ngeri kalau liwat jembatan basean saat ini, karena tali seling dilepas dan tanah urukan sedikit dibongkar. Rawan ambrol dan bisa terguling kesungai, tingkat keslamatan dipertatuhkan kalau melewati jembatan basean saat ini.
“Ngeri sekali sekarang liwat dijembatan basean siluman, takut ambrol atau longsor bisa terguling kesungai. Kemarin sebelum dirusak tali selingnya jembatan kokoh dan kuat.” Ujarnya.

Sahit kades Bades saat dikonfirmasi melalui whatsapp pribadinya menolak jawab dengan alasan sibuk. Disenyalir tidak mau atau menghindar untuk diwaancarai oleh awak media. Jadi tidak diketahui alasan pengerusakan jembatan basean tersebut, kuat dugaan karena unsur sentimen (cemburu sosial). Sehingga dengan sadisnya mengesampingkan faktor perekonomian dan keslamatan warganya. (Den).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments