PANGANDARAN – Syukuran nelayan merupakan tradisi penting bagi masyarakat nelayan di Kabupaten Pangandaran. Hajat laut, yang dilaksanakan setiap Tahun Baru Islam 1 Muharam Hijriyah, telah menjadi warisan yang dilestarikan sejak zaman nenek moyang di Pangandaran.
Di Pantai Barat Pangandaran, masyarakat nelayan menyelenggarakan karnaval budaya dengan berkeliling kawasan pantai. Dalam karnaval ini, mereka menggotong dongdang atau alat yang digunakan untuk membawa berbagai macam makanan dan sesaji yang akan dilarung ke tengah laut menggunakan perahu. Tradisi ini mencerminkan rasa syukur nelayan kepada laut yang telah memberikan mereka rezeki.
Ade Ruminah, anggota DPRD Pangandaran dari Komisi II, menegaskan bahwa syukuran nelayan diisi dengan doa bersama, makan bersama, seni tradisional, dan berbagai kegiatan budaya lainnya.
“Nilai-nilai budaya lokal yang terkandung dalam acara ini dapat menjadi daya tarik wisatawan dan layak dimasukkan ke dalam kalender pariwisata,” ucapnya kepada Wartawan 12 Juli 2024.
Menurut Ade bahwa tradisi ini harus selaras dengan nilai-nilai agama dan akidah serta tidak bertentangan dengan Al-Qur’an.
“Syukuran nelayan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan bisa menjadi atraksi wisata yang menarik,” katanya. (Irmansyah)


