Butuh Peran Multi sektor Untuk Mengeliminasi Penyakit Tuberkulosis.
Pangandaran
www.tabloidfbi.com-TBC Merupakan masalah kesehatan yg dihadapi oleh seluruh negara di dunia. Sejatinya perlu komitmen yang kuat dari semua pihak untuk segera mencapai eliminasi tahun 2030 dan mewujudkan indonesia bebas TB pada tahun 2050.
Seperti pernyataan Presiden Joko Widodo ‘gerakan bersama menuju eliminasi Tuberkulosis 2030’ perlu ditindaklanjuti oleh semua pimpinan mulai dari pusat sampai dengan daerah di seluruh indonesia, melalui komitmen daerah politik, komitmen anggaran dan kemitraan bersama semua steakholder.
Hal itu dikatakan Kepala Bidang P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran dr.Rina Veriany bahwa ada beberapa langkah khusus yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan untuk mengeliminasi Masalah TBC diantaranya :
1. Penguatan kepemimpinan program TB di Kabupaten dengan perencanaan penyusuna RAD (rencana aksi daerah)
2. Peningkatan akses layanan tb (tersedianya pemeriksaan tb di setiap faskes)
3. Pengendalian faktor resiko (melalui kegiatan skrining dan investigasi kontak)
4. Peningkatan kemitraan (kerjasama dengan DPM)
“Selain itu, di Pangandaran sendiri sudah ada beberapa Puskesmas yang sudah jalan untuk pemberian TPT kepada kontak erat pasien TBC yaitu Puskesmas Pangandaran, Puskesmas Sindangwangi, Puskesmas Mangunjaya, Puskesmas Padaherang, dan Puskesmas Cikembulan,” ucapnya kepada Wartawan saat dihubungi via Whatsapp, Selasa (31/10/2023).
Ada beberapa langkah yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan melalui Puskesmas dan RSUD untuk pengentasan TBC diantaranya :
1. Penguatan kepemimpinan program TB.
2. Peningkatan akses layanan TB bermutu dengan TOSS.
3. Pengendalian faktor resiko.
4. Peningkatan kemitraan TB.
5. Peningkatan kemandirian masyarakat dlm pengendalian TB.
6. Peningkatan peran serta komunitas, mitra, dan multisektor lainnya dalam eliminasi TB.
Pengentasan TBC juga harus melakukan perbaikan ekonomi pada masyarakat yang mengidapnya. Karenanya, perlu ada upaya bersama untuk mempercepat penurunan angka kasus TBC di Pangandaran khususnya.
Dia menjelaskan, peran multi sektor atau pentahelix harus terlibat bersama-sama dalam upaya percepatan penurunan TBC.
“Faktor kemiskinan, faktor ekonomi ini masih banyak perannya untuk penyakit TBC. Sehingga kita bisa bilang, TBC bukan hanya masalah kesehatan. Oleh karena itu butuh multi sektor. Dari pentahelix berbagai sektor terlibat untuk mengatasi berbagai dampak akibat TBC,” jelasnya.
Kendati demikian, kata dr. Rina kasus TBC yang ditangani di Pangandaran sampai bulan oktober tahun ini sudah mencapai 93,5% dari target yg sudah ditetapkan.
“Semoga bulan Desember nanti sudah mencapai 100%, di tahun ini Kabupaten Pangandaran mendapat penghargaan capaian TB SO terbaik di Jawa Barat, itu merupakan pencapaian yang sangat luar biasa,” katanya.
Penulis ; Irmansyah.


