Kabupaten Ciamis,-Www.tabloidfbi.com,- Dugaan telah terjadi tindakan asusila atau kekerasan seksual yang menimpa salah satu siswi SD yang ada di Kabupaten Ciamis, hal tersebut disampaikan oleh Bule ketua RT daerah setempat.
Masyarakat setempat yang berinisial “B” mengatakan, sebetulnya kejadiannya sudah cukup lama sekitar 2 bulan kebelakang, persisnya setelah lebaran idul fitri kemarin, pelaku yang tergolong masih remaja itu juga sudah di serahkan ke kepolisian, tepat nya ke polres Ciamis. Minggu 23/6/2023
“Kejadian tersebut diketahui juga tidak langsung saat melakukan perbuatan asusila, tetapi 2 hari setelah itu, hari Kamis malam jum’at waktu itu kejadiannya,” ucapnya.
B menuturkan, dua hari setelah itu pelaku mengajak anak tersebut ke suatu tempat dengan menggunakan sepeda motor, ditengah perjalanan pelaku mengajak melakukan perbuatan yang sama tetapi korban menolak dan pulang ke rumah sekitar pukul 10 malam.
“Sebetulnya secara detail kejadian saya tidak begitu mengetahui, tetapi karena permintaan orang tua korban yang datang ke rumah dan menceritakan semuanya akhirnya saya pergi ke rumah korban dan bertemu dengan keluarga korban juga keluarga atau perwakilan dari pelaku, dan ke dua nya mengakui telah terjadi tindakan pemerkosaan yang dilakukan oleh pelaku,” jelasnya.
“Selalu masyarakat setempat saya berinisiatif juga atas keinginan pihak keluarga korban untuk langsung melaporkan ke polres Ciamis dan saya sendiri yang mengantar langsung ke sana untuk langsung diproses,” ungkapnya.
“Pada waktu itu yang terbesit dalam fikiran saya untuk bagaimana caranya agar permasalahan ini tidak sampai menyebar luas karena dikhawatirkan psikologis korban, ke pemerintahan desa saja saya tidak melakukan laporan secara tertulis, hanya via telpon saja, ke sekolah juga tidak melaporkan takut ada perundungan dari siswa dan siswi di sekolah nya,” imbuhnya.
“Tetapi saya berfikir permasalahan ini harus diketahui oleh pemangku kebijakan atau stakeholder pemerintahan Kabupaten Ciamis, agar ada perlakuan khusus dan penanganan khusus untuk siswi tersebut juga untuk menjaga moralitas peserta didik yang ada di Kabupaten Ciamis,” ujarnya.
“Perlu diketahui, saya selaku orang tua dan masyarakat sangat menyangkan adanya kejadian seperti itu, berharap ke depan tidak ada terjadi lagi kejadian yang sama yang menimpa anak didik di kabupaten Ciamis, bisa di ibaratkan saat ini kabupaten Ciamis sudah krisis moral akibat dari digitalisasi dan pengaruh media sosial,” pungkasnya.


