Geger! Siswi Kelas 3 SMP Negeri di Ciamis Melahirkan.
Arpan : Miris dengan Sistem Pengawasan Pendidikan di Sekolah.
Kabupaten Ciamis
www.tabloidfbi.com-Seorang siswi salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kabupaten Ciamis Jawa Barat melahirkan tanpa mengetahui siapa yang menghamilinya. Peristiwa itu membuat geger masyarakat disekitar sekolah.
Arpan Paojin selaku masyarakat mengatakan terasa disambar petir ketika mendengar kabar terkait salah satu siswi SMP Negeri yang melahirkan tanpa kejelasan siapa yang menghamilinya.
” Kami selaku masyarakat merasa sangat kaget mendengar adanya informasi bahwa Aurora (nama samaran) siswi kelas 3 di SMP Negeri tersebut tiba-tiba melahirkan, padahal hari besoknya adalah acara perpisahan disekolahnya, ” ucap Arpan, Jum’at 21 Juni 2024.
Menurut Arpan, setelah mendengar kabar dari masyarakat lain, dirinya langsung mencoba mengklarifikasi ke SMP Negeri tersebut.
” Ya, kami langsung mendatangi sekolah untuk mengklarifikasi pada Kepala Sekolah terkait adanya kabar tersebut, bahkan pihak sekolah mengaku tidak mengetahui bahwa Aurora (nama samaran) itu hamil dan melahirkan, ” ujarnya.
Bahkan, Arpan merasa miris dengan sistem pengawasan pendidikan di SMP Negeri tersebut sampai tidak mengetahui kondisi siswanya.
” Selama Aurora (nama samaran) hamil, Wali kelas, Guru Olahraga dan Bidang kesiswaan, maupun Kepala Sekolah, sama sekali tidak mengetahui kondisinya,” jelasnya.
Bahkan, menurut keterangan dari guru olahraga, Aurora selalu membuat alasan ketika ada pelajaran olahraga.
” Aurora (nama samaran) selalu beralasan sakit, ataupun tidak membawa baju olahraga, selama 9 bulan alasannya seperti itu, tapi kenapa pihak sekolah tidak mempunyai rasa curiga terkait kondisi Aurora (nama samaran), itukan seharusnya menjadi tanda tanya besar bagi pihak sekolah,” tegasnya.
Menurutnya, kata Arpan bagaimana sistem pengawasan sekolah terhadap siswanya sampai ada kejadian seperti ini, tidak ada satu orangpun dari pihak sekolah yang mengetahuinya.
” Kami sebagai masyarakat mempunyai rasa mirislah terhadap pengawasan dibidang pendidikan, yang seharusnya pihak sekolah mengawasi siswanya dengan baik ini malah hanya melontarkan bahasa tidak tau bahwa siswi tersebut sedang hamil dan melahirkan, minimal gerak-gerik dari murid tersebut patut dicurigai, apalagi siswi tersebutkan masih dibawah umur, ” cetusnya.
Kendati demikian, kata Arpan ini mutlak kelalaian dari pihak sekolah, pasalnya belum ada informasi lebih lanjut ataupun perbaikan untuk mengantisipasi supaya tidak mengalami kejadian yang sama nantinya.
” Kami sebagai masyarakat meminta kepada Dinas pendidikan kabupaten Ciamis untuk mengevaluasi sistem pengawasan pendidikan dan menindak tegas sekolah tersebut agar kelalaian seperti ini tidak terulang kembali, ” tukasnya.
Sampai berita ini ditayangkan belum ada jawaban dari kepala sekolah SMP Negeri tersebut, sebab ketika mau dikonfirmasi pihak sekolah selalu menyebut kepala sekolah sedang tidak ada di tempat. ***( redaksi FBI )


