Kabupaten Ciamis,- Www.tabloidfbi.com,- Ketika dinamika mentalitas manusia era sekarang banyak terpengaruhi hal yang lebih mengedepankan fikiran dan keinginan atau ekspektasi, maka moral bakal menjadi taruhannya.
Ketua PGRI Kabupaten Ciamis Edi Rusyana menyampaikan, dunia pemdidikan sedang berduka, banyak tragedi pilu yang menimpa guru-guru di Indonesia, hal terbaru terjadi di Kendari diaman seorang guru dihukum 5thn penjara dan denda 1M akibat kepeduliannya kepada seorang siswi yang sedang sakit demam. Rabu 10/12/2025
“Hal tersebut terjadi akibat ulah manusia yang dengan sengaja mengabaikan kesadaran yang seharusnya jadi pijakan pemikiran,” ujarnya.
Edi menambahkan, saya selaku manusia dan Ketua PGRI Kabupaten Ciamis sejujurnya sangat prihatin atas kejadian seperti itu, dan kejadian ini bukan yang pertama menimpa seorang guru, dan sudah kesekian kali nya.
“Tidak seharusnya seorang guru diperlakukan seperti itu, tetapi hal itu sedang dan telah terjadi, tinggal kita selaku insan pendidikan lebih dewasa dalam menyikapinya, yang jelas PGRI tidak jalan sendiri,” ucapnya.
Edi menjelaskan, PGRI bergerak bersama se-Indonesia melalui hal yang dilakukan atas apa yang disepakati dan diamanatkan kepada Pengurus Besar PGRI, kita semua memantau dan siap melakukan hal-hal yang ditetapkan oleh organisasi sesuai jalur yang ditetapkan dalam AD/ART serta peraturan lainnya.
“Tidak akan ada orang hebat jika tidak ada guru, guru itu profesi mulia, sebab dia menjadi pendidik sekaligus orang tua, saat ini perlu adanya keselarasan antara guru di sekolah dan orang tua di rumah, sebab tujuan kita sama jangan sampai saling menyudutkan apalagi sampai saling menjatuhkan,” imbuhnya.
“Semoga kejadian pilu yang menimpa seorang guru tidak terjadi lagi di manapun apalagi di kabupaten Ciamis, sebab manusia hebat itu dicetak oleh seorang guru maka hormati dan hargailah,” harapnya.
Kalaupun ada salah, guru bukan predator, guru adalah penerang dalam kegelapan, jadi, tidak sepantasnya guru mendapat perlakuan yang terkesan dilebih-lebihkan sehingga membuat profesi guru menjadi tercoreng.
“Guru dengan murid mempunyai ikatan emosional dan hubungan kausal yang dekat dan terkadang sangat tidak mudah dipahami oleh orang di luar profesi guru, oleh karena itu, kedewasaan dan kematangan menilai perilaku guru harus bijak dan benar-benar tidak didasarkan pada suka dan tidak suka,” paparnya.
“Agar berimbang, PGRI akan terus dan tetap membuat para guru sebagai anggota PGRI lebih dewasa dan tenang dalam menghadapi dinamika kehidupan dengan mengedepankan kesadaran bahwa profesi guru itu mulia dan jangan sampai ternodai, begitu pun akan terus mengedukasi siapa pun di luar guru agar tumbuh kesadaran untuk memahami dan menghargai guru,” tukasnya. ( taufik )


