Selasa, April 14, 2026
BerandaFOKUS BERITA JABARCiamisOpor Dan Gulai Jadi Menu Wajib Sa'at Lebaran, Hati-Hati Kolesterolnya Tinggi.

Opor Dan Gulai Jadi Menu Wajib Sa’at Lebaran, Hati-Hati Kolesterolnya Tinggi.

Kabupaten Ciamis,-
Www.tabloidfbi.com,- Opor Ayam dan Gulai jadi menu wajib dan favorit saat Lebaran, apalagi ditemani dengan ketupat yang menjadi ciri khas hari raya idul fitri, Hati-hati kolesterolnya tinggi sehingga perlu selektif dalam memilih menu makanan dan porsinya.

Nutrisionis/ Ahli Gizi di RSUD Ciamis Arif Suprayogi, S.Gz mengatakan, Makanan yang memiliki Lemak, Gula dan Garam yang tingi seperi Opor ayam, gulai, dan sayur lodeh sebab makanan tersebut merupakan penyumbang kolesterol dan asam urat yang mengandung lemak yang tinggi. Minggu 23/3/2025

“Apalagi jika masakan bersantan yang dihangatkan berkali-kali dapat menghilangkan nutrisi dan memicu kolesterol jahat,” ucapnya.

Disamping itu, makanan manis/ tinggi gula mempunya kalori yang tinggi seperti permen dan kue, kadar insulin yang meningkat akibat kandungan gula yang tinggi akan membuat tubuh gampang lelah dan capek, sehingga menaikkan berat badan secara cepat.

“Dengan bertambahnya gula dalam darah akan membuat orang terkena hiperglisemia, dan resikonya itu bisa lebih parah untuk penderita diabetes, selain makanan yang manis dan berlemak tinggi, makanan asin banyak kita temui seperti kacang asin, kripik berbumbu dan kue pastry asin hidangan wajib saat lebaran, yang itu bisa membuat tekanan darah jadi tinggi dan sapat memicu hipertensi,” ungkapnya.

Perlu Selektif Dalam Memilih Menu Makanan Dan Porsinya Yang Tidak Berlebihan.

Makanan dengan kandungan tinggi serat, vitamin dan rendah lemak menjadi menu terbaik untuk hidangan Sa’at berlebaran, seperti aneka buah-buahan lokal yang terdapat disekitar anda dapat memperlambat pencernaan makanan, efeknya, Anda merasa kenyang lebih lama dan tidak ingin makan lebih banyak.

“Jika Anda kurang suka apel, anda bisa memakan buah-buahan lain yang kaya air dan tinggi Vitamin C, seperti semangka, melon, atau pepaya, cobalah makan buah-buahan ini sebelum berkunjung ke rumah kerabat sehingga perut sudah lebih terisi,” imbuhnya.

Dengan begitu, Anda tidak “kalap” saat mencicipi kue kering, ketupat, atau hidangan lainnya yang harus dihindari saat hari raya idulfitri, buah dengan vitamin C lainnya seperti jeruk juga bisa Anda jadikan pencuci mulut karena mampu menetralisir lemak dan justru menjadi katalisator dalam mencerna makanan sumber protein, selain itu, kandungan serat dalam buah dan sayur dapat membantu melancarkan sistem pencernaan.

Dengan begitu, berbagai penyakit setelah Lebaran, seperti sembelit, diare, serta kolesterol tinggi bisa dicegah. Selain itu, kandungan serat dalam buah & sayur dapat membantu melancarkan sistem pencernaan. Dengan begutu penyakit khas setelah Idul Fitri seperti sembelit, diare, serta kolesterol tinggi dapat dicegah.

Risiko Konsumsi Makanan Bersanten, Kadar Kolesterol Meningkat Dan Asam Urat Dalam Tubuh.

Risiko yang mungkin terjadi dengan banyak mengonsumsi makanan bersanten yakni meningkatnya kadar kolesterol dan asam urat dalam tubuh. Hal ini berbahaya terutama pada seseorang dengan riwayat penyakit jantung koroner (PJK) juga dapat menambah masa tubuh secara tidak sehat.

“Orang dengan kondisi tertentu, seperti Obesitas, trigliserida tinggi, kolesterol tinggi, jantung koroner (PJK), stroke, kolesistitis, sebaiknya menghindari makanan berkadar lemak tinggi,” ujarnya.

Dikatakan Arif, resiko yang ditimbulkan akibat mengonsumsi makanan sembarangan (tinggi lemak, gula, dan garam), yakni tubuh akan dengan mudah terpapar radikal bebas, peningkatan oksidasi yang berdampak pada inflamasi dalam tubuh yang pada akhirnya mengakibatkan penyakit aterosklerosis seperti hipertensi, stroke, gagal ginjal, jantung koroner dan degeneratif lainnya seperti diabetes melitus.

Adaptasi Pola Makan Sa’at Puasa, Lebaran Dan Pasca Lebaran Agar Tubuh Tetap Sehat.

Adaptasi yang dapat kita lakukan secara sederhana, mudah, dan praktis yakni dengan cara membatasi porsi makan saat hari raya Idul Fitri (makan secukupnya saja dengan tepat memilih Jenis, Jumlah dan Jadwal) sebagai contoh jadwal yang ideal dalam sehari yaitu tiga kali sehari (pagi, siang, dan sore/petang).

“Jumlah yang disajikan berdasarkan hasil dari perhitungan kebutuhan gizi berdasarkan rekomendasi Isi Piringku berdasarkan PMK No 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang,” tambahnya.

“Adapun jenis bahan pangan dipilih yang dapat meningkatkan derajat hidup sehat dengan memperhatikan pembatasan asupan Gula Garam Lemak (GGL) dalam sehari sebagaimana yang tertera pada Permenkes No 39 Tahun 2013 yakni Gula 4 sendok makan (50 gram), Garam 1 sendok teh (5 gram), dan Lemak 5 sendok makan (67 gram),” jelasnya.

“Momentum adaptasi pola makan sehat pada saat puasa Ramadhan, hari raya Idul Fitri dan pasca Lebaran diharapkan mampu membawa kebiasaan baru yang dapat diterapkan dikehidupan sehari-hari sehingga derajat hidup sehat semakin meningkat,” pungkasnya. ( taofik )

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_img

Most Popular

Recent Comments