Kabupaten Ciamis,- Www.tabloidfbi.com,- Kemajuan technology sudah tidak bisa dibendung, generasi milenial, genZ dan Alpha menjadi sebuah istilah untuk anak-anak era sekarang, gelombang budaya barat dengan mudah bisa diterima oleh mereka yang bisa merubah pola fikir, kebiasaan bahkan menjadi karakter, oleh karena itu peran orang tua sangat penting dalam monitoring penggunaan gadget dan internet pada anak.
Salah satu tokoh pemuda Kecamatan Cijeungjing Ciamis Ariep Ma’ruf yang karib disapa Golun disela sela kegiatannya mengatakan, sekarang itu era nya technology, dimana saat ini dunia itu dalam genggaman, handphone atau smartphone dan internet menjadi alat paling krusial dan paling berpengaruh dalam kehidupan sekarang. Sabtu 28/9/2024
“Kalau kata orang mah lebih baik ketinggalan dompet sekalipun daripada ketinggalan handphone, ungkapan itu memang benar dan nyata, bahkan ada juga yang sampai membawa hape saat berada di kamar mandi,” ucapnya.
Golun menambahkan, dalam hal ini peran orang tua menjadi sangat penting dalam monitoring penggunaan gadget anak, dimana orang tua harus bisa dan lebih faham dalam penggunaan nya, semua yang diinginkan ada di smartphone baik itu yang bersifat positif maupun negative, orang tua jangan kalah cerdik dan jangan kalah pintar oleh anak.
“Paksa anak untuk mengikuti aturan orang tua, jangan orang tua yang mengikuti keinginan anak, beri mereka tangung jawab dan kasih mereka sanksi yang mendidik ketika keluar dari aturan yang dibuat oleh orang tua, jika orang tua tidak mampu membuat seperti itu berarti orang tua tersebut tidak peduli dan tidak sayang terhadap anaknya,” ungkapnya.
Senada, kepala sekolah SMPN 1 Cisaga Ujang Solihat Muslih mengatakan, sepakat ketika berbicara era sekarang yang tidak bisa lepas dari gadget dan internet, gadget dan internet menjelma menjadi sebuah alat yang wajib di miliki, bahkan ada juga yang sampai rela ngga beli beras demi beli kuota.
“Peran sekolah, orang tua dan masyarakat sangat penting dalam menjaga dan mengawasi kebiasaan anak- anak kita, orang tua menjadi yang paling penting dalam pengembangan dan bimbingan anak untuk membentuk karakter dan ke pribadian yang baik serta memiliki moral yang tinggi,” imbuhnya.
Ujang juga mengatakan, Tri Mitra pendidikan harus berjalan beriringan dan seirama, perlu adanya kesepakatan tertulis antara orang tua, sekolah dan anak dalam bersama sama mensukseskan dunia pendidikan, peran orang tua harus terus ditingkatkan, mengingat waktu yang lebih panjang dalam hal pengawasan dan bimbingan anak ada di lingkungan keluarga.
“Beban dan kewajiban kita sebagai Tri Mitra pendidikan itu sama, sehingga perlu adanya keseriusan dan kesadaran serta menyamakan persepsi dalam penanganan dan pengawasan terhadap anak, dan yang paling penting monitoring dalam penggunaan gadget dan internet pada anak,” ujarnya.
“Bahkan ada sebagian dari orang tua yang kurang melek akan technology, anak-anak kita sangat perlu gadget dan orang tua membelikan tetapi dia tidak tau cara penggunaan nya, si anak jadi punya kebebasan dalam penggunaan nya karena tau orang tuanya ngga mungkin meriksa karena orang tua nya ngga faham dalam penggunaan gadget tersebut, dan itu menjadi sebuah peluang bagi budaya negative yang masuk dalam pola fikir anak-anak kita melalui situs, konten bahkan aplikasi,” paparnya.
“Oleh karena itu, mari kita sama sama belajar jangan sampai orang tua lepas kontrol pada anak, buatlah aturan dirumah untuk anak dan beri mereka sanksi yang mendidik jika mereka melanggar agar ada efek jera, sanksinya pun harus dipertimbangkan juga dengan usia dan kesalahan mereka, semoga anak-anak kita bisa terhindar dari hal hal negative dan para orang tua bisa lebih peduli dalam pengawasan terhadap anak, karena masa depan negara kita ada di tangan dan pundak mereka,” jelasnya.
“Dengan memaksimalkan upaya kita selaku Tri Mitra pendidikan dalam mencetak generasi emas yang cerdas dan mempunyai moral tinggi di harapkan akan meminimalisir hal hal yang bersifat negative kepada anak-anak didik kita, se tidak nya ada rambu rambu yang harus ditaati oleh mereka dalam kesehariannya, kita selaku tenaga pendidik dengan segala keterbatasan kita berharap sinergitas positif bisa kita jalin dengan baik, karena itu semua merupakan kewajiban kita sebagai orang tua,” pungkasnya.


