TABAYUN USTADZ ODANG DAN TOKOH AGAMA CIMANGGUNG KE KEDIAMAN ABUYA KH. ADE NURZAMAN, POLEMIK POSTER EDITAN JADI SOROTAN
SUMEDANG FBI.www.tabloidfbi.com -, SABTU, 3 OKTOBER 2026 — Upaya menjaga ukhuwah Islamiyah, mempererat silaturahmi, dan meluruskan informasi yang beredar di tengah masyarakat dilakukan melalui pertemuan tabayun antara Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cimanggung, Ustadz Odang, bersama sejumlah tokoh agama dan perwakilan pemerintahan dengan Abuya KH. Ade Nurzaman di kediamannya, Selasa malam, 29 September 2026.
Pertemuan yang berlangsung di lingkungan pesantren Abuya KH. Ade Nurzaman tersebut menjadi perhatian setelah beredarnya sebuah poster yang memuat foto Abuya KH. Ade Nurzaman disertai narasi yang dinilai menyerang Bupati dan Wakil Bupati Sumedang. Abuya membantah membuat poster tersebut dan menyatakan bahwa foto dirinya telah diedit tanpa izin.
Ustadz Odang: Tabayun Dilakukan atas Permintaan Abuya dang menjelaskan bahwa kedatangannya bersama rombongan ke kediaman Abuya KH. Ade Nurzaman dilakukan atas permintaan Abuya sendiri.
Menurut Ustadz Odang, sebelumnya tabayun direncanakan berlangsung pada Rabu, 30 September 2026. Namun, setelah berkomunikasi dengan Abuya pada malam sebelumnya, disepakati bahwa pertemuan dimajukan menjadi Selasa malam karena Abuya memiliki jadwal pengajian pada hari Rabu.
Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk bersilaturahmi sekaligus mengklarifikasi persoalan poster yang beredar agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan perpecahan di tengah masyarakat.
Delapan Orang Hadir, Abuya Tegaskan Foto Dirinya Diedit
Dalam keterangannya kepada awak media FBI, Abuya KH. Ade Nurzaman menyebutkan bahwa rombongan yang datang berjumlah kurang lebih delapan orang, terdiri atas:
- Ustadz Odang, Ketua MUI Kecamatan Cimanggung.
- Ustadz Ajat, perwakilan MWC NU Cimanggung.
- Ustadz Eman, perwakilan MUD Cimanggung.
- KH. Bahtuddin, pengasuh Pondok Pesantren Cikalama.
- Den Babam, dari Pondok Pesantren Cikalama.
- Ustadz Pendi.
- Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Cimanggung.
- Satu orang lainnya yang belum diketahui identitasnya oleh Abuya.
Dalam pertemuan itu, Abuya menyampaikan secara langsung kepada rombongan bahwa dirinya tidak pernah membuat poster yang dimaksud. Ia menduga poster tersebut merupakan hasil penyuntingan atau editan, termasuk penggunaan foto dirinya yang diunggah tanpa izin.
Abuya juga menyatakan sedang berupaya menelusuri pihak yang membuat dan menyebarkan poster tersebut. Menurutnya, penggunaan foto tanpa izin yang disertai narasi merugikan dapat menimbulkan persepsi keliru terhadap dirinya maupun perjuangan yang selama ini dijalankan.
“Saya tidak pernah membuat poster tersebut. Foto saya juga diedit dan digunakan tanpa izin. Saat ini saya sedang mendalami siapa pembuat poster tersebut,” demikian inti klarifikasi Abuya KH. Ade Nurzaman sebagaimana disampaikan kepada awak media FBI.
Hingga berita ini disusun, identitas pembuat poster dan pihak yang pertama kali menyebarkannya belum dipastikan. Karena itu, diperlukan penelusuran lebih lanjut agar persoalan ini dapat diketahui secara jelas dan tidak berkembang menjadi tuduhan tanpa dasar.
Pembina Koalisi 99 Peduli Sumedang Turut Hadir
Dalam perkembangan berikutnya, Abuya KH. Ade Nurzaman mendatangi Kantor MUI Kecamatan Cimanggung dengan didampingi Pembina Koalisi 99 Peduli Sumedang, H. Ecek Karyana. Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan sebagai bagian dari silaturahmi sekaligus upaya memperjelas persoalan yang berkembang.
Pada kesempatan itu, H. Ecek Karyana menanyakan pandangan Ustadz Odang mengenai perjuangan Koalisi 99 Peduli Sumedang dalam menyuarakan kebenaran dan keadilan melalui prinsip amar ma’ruf nahi mungkar.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Ustadz Odang menyatakan sependapat dengan semangat membela dan menegakkan kebenaran.
Pertemuan berlangsung dengan aman, damai, dan kondusif. Kedua pihak diharapkan dapat terus menjaga komunikasi serta mengedepankan tabayun dalam menghadapi persoalan yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Koalisi 99 Peduli Sumedang sendiri selama ini menyuarakan tuntutan keterbukaan terkait kasus viral yang menyangkut dugaan persoalan antara Wakil Bupati Sumedang dengan mantan sekretaris pribadinya, berinisial “RY”. Perlu ditegaskan, berbagai dugaan yang beredar tetap harus diuji melalui proses klarifikasi dan pemeriksaan oleh pihak berwenang.
Plt. Camat Cimanggung: Tidak Memerintahkan Tabayun
Untuk memperoleh pemberitaan yang berimbang, awak media FBI juga menghubungi Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Cimanggung melalui telepon seluler guna mengklarifikasi apakah kunjungan Ketua MUI Cimanggung bersama tokoh agama dan Sekcam ke kediaman Abuya KH. Ade Nurzaman merupakan instruksi dari pihak kecamatan.
Dalam keterangannya, Plt. Camat Cimanggung menegaskan bahwa dirinya tidak memerintahkan kegiatan tabayun tersebut.
Ia menjelaskan bahwa pada saat itu dirinya dihubungi oleh sekretaris pribadi Wakil Bupati Sumedang yang menanyakan apakah sosok dalam poster, yang disertai foto Abuya KH. Ade Nurzaman, merupakan warga Cimanggung.
Plt. Camat menyampaikan akan menanyakan lebih lanjut persoalan tersebut karena dirinya masih tergolong baru menjabat sebagai Plt. Camat Cimanggung.
Keterangan ini menjadi bagian penting untuk memperjelas latar belakang komunikasi yang terjadi sebelum pertemuan tabayun dilaksanakan. Namun, belum dapat disimpulkan adanya instruksi dari pihak tertentu kepada rombongan yang hadir di kediaman Abuya.
Tabayun Jangan Dijadikan Alat Memecah Belah
Persoalan poster yang menggunakan foto seseorang tanpa izin perlu ditelusuri secara objektif. Masyarakat diimbau tidak terburu-buru mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terlebih jika narasinya berpotensi merugikan nama baik seseorang atau memicu konflik antartokoh masyarakat.
Tabayun merupakan langkah penting untuk mempertemukan pihak-pihak terkait, mendengar keterangan secara langsung, dan menghindari kesimpulan sepihak. Apabila ditemukan dugaan pelanggaran hukum, penanganannya sebaiknya diserahkan kepada pihak berwenang berdasarkan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Di tengah dinamika persoalan yang berkembang di Kabupaten Sumedang, keterbukaan informasi, penghormatan terhadap kebebasan berpendapat, dan sikap saling menghormati menjadi hal penting untuk menjaga kondusivitas daerah.
Redaksi FBI menegaskan bahwa berita ini disusun berdasarkan keterangan para pihak yang telah dikonfirmasi. Identitas pembuat poster, asal-usul penyuntingan foto, serta pihak yang pertama kali menyebarkannya masih memerlukan penelusuran lebih lanjut.
Editor: N. Mujianto
Tabloid Fokus Berita Indonesia (FBI) – Cetak & Online



